Ahad 18 Jul 2021 10:31 WIB

Panglima TNI: Penerapan Prokes di DIY Bakal Diawasi Ketat

55 RT di Daerah Istimewa Yogyakarta masih masuk zona merah COVID-19.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri)
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memastikan jajarannya bakal membantu mengawasi kepatuhan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Khususnya, terhadap warga di 55 RT di Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih masuk zona merah penularan COVID-19.

"Prokes penggunaan masker menjadi faktor utama khususnya di hulu. 55 RT yang ada di DIY ini masih status merah sehingga jadi perhatian kita. Akan kami intervensi untuk tetap melaksanakan prokes secara ketat," kata Hadi Tjahjanto seusai menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu (17/7).

Baca Juga

Dalam pertemuan bersama Sultan HB X, menurut dia, ia bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, beserta Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito bersepakat menekan angka kasus aktif harian serta angka kematian akibat COVID-19 di DIY. "Dengan berbagai strategi yang saat ini sudah kita laksanakan namun yang kita perlukan adalah perkuatan di lapangan," ujar dia.

Dia mengatakan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, serta vaksinasi 

merupakan salah satu strategi defensif supaya bertahan terhadap serangan COVID-19. Selain mengawasi penerapan prokes, menurut dia, TNI/Polri juga akan mendukung pelaksanaan vaksinasi berkoordinasi dengan Kemenkes RI dalam rangka mengejar tercapainya herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Dalam waktu dekat TNI/Polri berkoordinasi dengan Kemenkes akan melaksanakan vaksinasi sebanyak 500.000 (dosis). Untuk tahap berikutnya juga akan ditambah," katanya.

Selain strategi defensif, menurut Hadi, juga perlu dibarengi dengan strategi ofensif yang meliputi testing, tracing, dan treatment. "Kemudian di hulu juga dilaksanakan isolasi mandiri yang akan kita terus berikan paket obat gratis sesuai dengan apa yang sudah di-'launching' oleh Bapak Presiden," kata dia.

Untuk warga DIY yang sedang melaksanakan isolasi mandiri, Hadi memastikan jajarannya akan terus membantu menyalurkan obat gratis paket pertama, kedua, dan ketiga. "Mudah-mudahan dengan strategi ini akan bisa menurunkan angka kasus aktif setiap hari dan juga menekan angka kematian seperti harapan kita semua," pungkas Hadi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement