Senin 19 Jul 2021 06:10 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Kesehatan Hewan Qurban

Ratusan hewan qurban dinyatakan sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Pemkot Surabaya Pastikan Kesehatan Hewan Qurban (ilustrasi).
Foto: Prayogi/Republika
Pemkot Surabaya Pastikan Kesehatan Hewan Qurban (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kesehatan kurban telah dipantau dengan baik. Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, Pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya telah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik lokasi penjualan hewan, Ahad (18/7).

Kepala DKPP Kota Surabaya, Yuniarto Herlambang mengatakan pemeriksaan itu telah dilakukan sejak minggu lalu. Setiap harinya, tim yang sudah dibentuk oleh Herlambang sebanyak enam kelompok berkeliling melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di setiap lapak penjualan. "Hasilnya, ratusan hewan kurban dinyatakan sehat dan layak dikonsumsi masyarakat, kata Herlambang.

Pemeriksaan ini dilakukan meliputi beberapa pengecekan kondisi tubuh bagian. Beberapa di antaranya kesehatan mata, bulu, mulut, gigi, termasuk lendir dari hidung hewan kurban itu sendiri. Pihaknya akan kembali memeriksa daging yang sudah disembelih nanti di masjid-masjid.

Dari hasil pemeriksaan di hari pertama sampai dengan saat ini, Herlambang mengaku, tidak menemukan hewan kurban yang dijual oleh para pedagang dengan kondisinya sakit. Artinya, semua hewan sehat dan siap untuk dikorbankan. 

Namun begitu, dia menegaskan, ada beberapa hewan yang harus mendapatkan vitamin agar lebih fit kondisinya. "Kita beri vitamin dan kami datangi lagi. Itu biasanya butuh suplemen tambahan," ucapnya dalam keterangan pers yang diterima Republika, Ahad (18/7).

Menurut Herlambang, hal ini rutin dilakukan setiap menjelang Hari Raya Idul Adha untuk memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih dan dikonsumsi oleh masyarakat. Tak hanya memastikan kondisi kesehatan, tim juga bertugas memantau protokol kesehatan (prokes) para pedagang. Dalam hal ini seperti memastikan ada tempat cuci tangan, sabun untuk pengunjung serta wajib mengenakan masker. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement