Sabtu 24 Jul 2021 14:29 WIB

Pemkab Perpanjang Gerakan Boyolali di Rumah Saja

Gerakan Boyolali di Rumah Saja dilanjutkan pada 25 Juli serta 1 Agustus 2021.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memperpanjang Gerakan Boyolali di Rumah Saja yang digelar setiap hari Minggu. Gerakan ini untuk menekan laju penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu. (Foto ilustrasi: Aktivitas di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Jawa Tengah)
Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memperpanjang Gerakan Boyolali di Rumah Saja yang digelar setiap hari Minggu. Gerakan ini untuk menekan laju penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu. (Foto ilustrasi: Aktivitas di RSUD Pandan Arang, Boyolali, Jawa Tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memperpanjang Gerakan Boyolali di Rumah Saja yang digelar setiap hari Minggu. Gerakan ini untuk menekan laju penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu. 

"Gerakan Boyolali di Rumah Saja dilakukan sejak 27 Juni 2021 setiap hari Minggu dan kini dilanjutkan pada 25 Juli serta 1 Agustus 2021," kata Bupati Boyolali M. Said Hidayat di Boyolali, Sabtu (24/7).

Baca Juga

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Boyolali Nomor 300/2140/5.5/2021, Gerakan Boyolali di Rumah Saja akan diperpanjang lagi dua pekan ke depan yaitu pada 25 Juli dan 1 Agustus 2021. Gerakan itu dinilai cukup efektif mengurangi mobilitas masyarakat dalam menekan laju penambahan kasus COVID-19.

"Kegiatan itu, diperpanjang lagi karena berhasil menurunkan angka kasus konfirmasi COVID-19 di Kabupaten Boyolali yang sebelumnya sempat melonjak tinggi, selain memperpanjang Gerakan Boyolali di Rumah Saja, juga PPKM untuk menekan laju penambahan kasus COVID-19," kata bupati.

Karena itu, Bupati meminta masyarakat Kabupaten Boyolali untuk berbesar hati dan mendukung kebijakan yang diambil pemerintah agar wabah COVID-19 segera berakhir. "Karena faktanya, dengan seluruh masyarakat Boyolali mendukung, penurunan dapat terjadi," kata bupati.

Selain itu, Bupati berharap masyarakat tidak tergesa-gesa dan tetap bersabar mematuhi protokol kesehatan serta peraturan-peraturan yang ada. Menurut dia, dengan kesabaran ini akan memberikan suatu keberuntungan dan kesehatan masyarakat bersama.

Dia mengatakan para pedagang pasar sangat taat dan patuh terhadap peraturan pemerintah terkait Gerakan Boyolali di Rumah Saja. Untuk itu, sebagai apresiasi pemerintah atas dukungan masyarakat, program vaksinasi COVID-19 sudah mulai diberikan kepada para pedagang pasar, karena menyangkut kegiatan perekonomian masyarakat.

"Para pedagang pasar tradisional dengan sukarela, taat, dan patuh mengikuti Gerakan Boyolali di Rumah Saja, vaksinasi untuk pedagang pasar ini juga sangat diperlukan," katanya.

Sementara itu, Pemkab Boyolali dalam percepatan vaksinasi sudah memberikan suntikan vaksin kepada 700 pedagang di Pasar Boyolali Kota baik dosis pertama maupun kedua. Kemudian vaksinasi juga diberikan kepada 500 pedagang di Pasar Sunggingan untuk dosis pertama. Selanjutnya secara bertahap direncanakan vaksinasi untuk pedagang di pasar-pasar lainnya sesuai dengan ketersediaan vaksin.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement