Senin 09 Aug 2021 15:37 WIB

DIY Targetkan Vaksinasi Capai 50 Persen Awal September

Percepatan vaksinasi dilakukan agar terbentuk herd immunity.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 massal di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, Jumat (6/8). Selama dua hari 1.000 warga menjadi target vaksinasi. Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang mempercepat proses vaksinasi. Dengan target setiap hari sebanyak 6.000 penyuntikan vaksin.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 massal di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, Jumat (6/8). Selama dua hari 1.000 warga menjadi target vaksinasi. Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang mempercepat proses vaksinasi. Dengan target setiap hari sebanyak 6.000 penyuntikan vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mencapai 50 persen di awal September 2021. Percepatan vaksinasi pun terus dilakukan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengklaim ketersediaan vaksinasi di DIY masih mencukupi untuk mencapai target tersebut. Begitu pun stok vaksinasi di kabupaten/kota juga dinilai masih cukup.

"Ketersediaan vaksin cukup untuk mencapai 50 persen lebih (hingga awal September). Tapi kalau nanti (stok) di provinsi diambil (didistribusikan) ke kabupaten/kota, kita bisa minta lagi (stok vaksin ke pemerintah pusat)," kata Sultan di kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (9/8).

Percepatan vaksinasi dilakukan agar terbentuk herd immunity. Dengan vaksinasi, kata Sultan, akan mengurangi kondisi berat jika terpapar Covid-19.

Sehingga, kematian Covid-19 pun dapat diturunkan. Pasalnya, angka kematian Covid-19 saat ini di DIY masih terus bertambah dengan angka yang cukup signifikan per harinya.

"Masih tingginya kematian biarpun yang sembuh juga lebih besar. Tapi persentase (kematian) kita turunkan (melalui percepatan vaksinasi)," ujar Sultan.

Pihaknya juga menargetkan pelaksanaan vaksinasi dapat mencapai 100 persen di Oktober 2021. Pihaknya pun membuat satuan tugas (satgas) khusus untuk melakukan percepatan vaksinasi mengingat penyebarna Covid-19 yang masih mengkhawatirkan di DIY.

Untuk mencapai target-target tersebut, Sultan menyebut, saat ini strategi vaksinasi di DIY mulai dilakukan melalui RT/RW. Sebab, sebelumnya vaksinasi yang sebagian besar difokuskan di organisasi dan asosiasi dinilai tidak efektif dalam menekan penyebaran Covid-19.

Hal ini terlihat dari penambahan kasus harian positif Covid-19 di DIY yang masih cukup signifikan. Sementara, penyebaran Covid-19 saat ini didominasi di lingkungan keluarga dan tetangga.

"Kita memobilisasi tenaga (SDM) dari TNI maupun Polri, puskesmas, dan sebagainya dan tenaganya cukup. Harapan saya (SDM yang sudah mencukupi) itu bisa untuk percepatan (vaksinasi). Sebagian besar organisasi dan asosiasi sudah (divaksin), tapi kurang efektif, langsung sajalah (vaksinasi ke RT/RW)," jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Yogya meminta tambahan ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat yang didistribusikan melalui Pemda DIY. Pasalnya, stok vaksinasi di Kota Yogyakarta tidak mencukupi untuk mengejar target sasaran vaksinasi sebesar 70-75 persen hingga 17 Agustus 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, stok vaksin hanya 11 ribu dosis. Sementara, untuk kebutuhan vaksinasi hingga akhir Agustus nanti setidaknya mencapai 51 ribu dosis.

Sehingga, kekurangan stok vaksin masih cukup tinggi untuk mencapai target yang sudah direncanakan. Kurangnya stok vaksin ini tentu dapat menghambat percepatan pelaksanaan vaksinasi di Kota Yogyakarta.

"Kami dahulukan untuk dosis kedua agar selesai. Kebutuhan sampai akhir Agustus setidaknya mencapai 51 ribu dosis, sehingga harapan kami segera ada distribusi dari pemerintah pusat," kata Emma belum lama ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement