Kamis 12 Aug 2021 16:29 WIB

UMKM Dapat Pelatihan Pengemasan Produk Ramah Lingkungan

Kebanyakan pelaku bisnis UMKM masih berfokus pada produksi dan penjualan.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Yusuf Assidiq
Salah satu UMKM yang terlibat mengikuti program dampingan, berusaha meningkatkan visibility produknya melalui design kemasan (ilustrasi).
Foto: istimewa
Salah satu UMKM yang terlibat mengikuti program dampingan, berusaha meningkatkan visibility produknya melalui design kemasan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo menyelenggarakan pelatihan mengenai branding dan pengemasan (packaging) produk yang inovatif dan ramah lingkungan kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Solo Raya, Jawa Tengah, secara daring pada Kamis-Jumat (12-13/8).

Pelatihan diikuti 120 UMKM se-Solo Raya termasuk lima UMKM perwakilan dari setiap kabupaten/kota yang telah dikurasi oleh dinas terkait, serta UMKM binaan dan mitra BI Solo. Pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari program pendampingan UMKM Virtual Expo (UVE) Solo Raya tahun 2020–2021.

Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, pelatihan bertujuan menjawab salah satu masalah yang dialami mayoritas UMKM yakni kurangnya pemahaman branding dan packaging untuk menjaga kesinambungan usahanya.

"Kebanyakan para pelaku bisnis UMKM masih berfokus pada produksi dan penjualan, yang penting laku dijual, mereka melupakan sisi branding," terang Nugroho dalam sambutan pembukaan pelatihan secara daring, Kamis (12/8).

 

Nugroho menambahkan, branding dan packaging menjadi satu pilar untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan usaha UMKM. Keduanya menjadi faktor penentu. Branding merupakan identitas untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

"Kalau sudah di-branding, maka orang akan kenal. Kalau di-packing bagus maka menunjukkan kualitas, harganya pasti beda. Produk berdasarkan branding dan packaging akan membuat kesan berbeda dari pembeli. Harapannya bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat," terang Nugroho.

Selain itu, Nugroho menilai, peningkatan pemahaman tentang pengemasan ramah lingkungan juga penting dilakukan untuk mengikuti tren saat ini dimana semua produksi dan produk mengarah ke keberlanjutan (sustainable). Selama ini, pelaku usaha banyak mengandalkan plastik sebagai kemasan produk.

Padahal, kemasan plastik sulit diurai dan menyebabkan pencemaran lingkungan. "Dengan packaging ramah lingkungan akan menambah nilai tambah. Tren saat ini segala sesuatu yang organik dicari masyarakat, karena masyarakat ingin lebih ramah lingkungan, dan harganya lebih mahal, tapi tetap laku karena ada marketnya," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pengembangan Ekonomi Setda Solo, Agus Sutrisno mengatakan, selama ini branding dan kemasan produk menjadi titik lemah dari para pelaku UMKM. Akibatnya, produk yang dihasilkan UMKM tidak bisa dikenal masyarakat luas.

"Dengan strategi branding, pelalu usaha bisa memberi pencitraan nama UMKM-nya itu, sehingga para konsumen langsung ingat. Kalau ini sudah berhasil, saya yakin para pelaku UMKM bisa tumbuh dan berkembang," kata Agus.

Ia menambahkan, strategi branding akan lebih sempurna apabila diikuti dengan kemasan inovatif dari produk yang dihasilkan. Pengemasan yang bagus akan menarik konsumen. Kemasan yang inovatif dan ramah lingkungan akan mendorong UMKM lebih berkembang dan naik kelas.

"Pelatihan ini saya yakin akan berdampak positif dan signifikan, apabila para pelaku UMKM bisa mengimplementasikan dalam operasional maupun pemasaran dari produk-produk yang dihasilkan," jelasnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber antara lain, Aries Adenata selaku co-founder IBAN (Indonesia Branch Advisit Network) sekaligus pendiri brandinsight.id. Aries membagikan pengetahuan tentang cara membangun sebuah brand, mulai dari brand positioning, brand image, dan brand identity.

Narasumber lainnya, trainer dari BisnisUKM.com, Rakmatniwa, membahas mengenai teknis pemilihan bahan dan bentuk kemasan inovatif, serta estetika kemasan yang dapat menjadi perangkap emosional ampuh untuk menarik perhatian konsumen.

Selain itu, Head of Business Development Flexypack.com, Satrio Bimo, menjelaskan mengenai pengembangan desain dan teknis kemasan produk food grade bersertifikasi yang dibutuhkan untuk menyatakan packaging suatu produk aman bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement