Jumat 13 Aug 2021 18:12 WIB

Sleman Kejar 15 Ribu Vaksinasi Per Hari

Jelang akhir 2021 vaksinasi di Sleman sudah bisa mencapai 90-100 persen.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Mas Alamil Huda
Pelajar menunggu penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac di Sekolah Nasional Tiga Bahasa Budi Utama, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Yogyakarta mulai melakukan vaksinasi massal Covid-19 di sekolah untuk pelajar. Sebanyak 49.999 anak menjadi target vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pelajar menunggu penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac di Sekolah Nasional Tiga Bahasa Budi Utama, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Yogyakarta mulai melakukan vaksinasi massal Covid-19 di sekolah untuk pelajar. Sebanyak 49.999 anak menjadi target vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Sebanyak 1.500 pekerja sektor minyak dan gas (migas) yang ada di Sleman bersama keluarga menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Vaksinasi diinisiasi Hiswana Migas DIY dan dilaksanakan di SPBU Ambarketawang.

Bupati Sleman, Kustini Purnomo, mengatakan, Sleman memang sedang menargetkan agar dapat melakukan vaksinasi kepada 15 ribu penerima per hari. Ia berharap, jelang akhir 2021 vaksinasi yang dilakukan Sleman sudah bisa mencapai 90-100 persen.

"Dengan vaksinasi yang ditargetkan sebanyak 15 ribu per hari ini dapat mencakup semua kalangan. Baik pekerja swasta, pengusaha dan masyarakat biasa, dimulai dari ketua rw/rt mendata masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi," kata Kustini, Jumat (13/8).

Kustini turut mengapresiasi sinergi yang dijalin Polda DIY dan RS Bhayangkara dalam membantu menjalankan vaksinasi tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar dapat mengikuti vaksinasi dan bisa membantu menekan kasus Covid-19 yang ada di Sleman.

Ketua Hiswana Migas DIY, Aryanto Sukoco, menuturkan, vaksinasi kali ini sebagai dukungan untuk peningkatan imunitas pekerja yang ada di sektor migas. Sebab, ia menilai, mereka juga berada di garda terdepan pelayan energi kepada masyarakat.

Terlebih, dalam menjalankan tugasnya mereka yang setiap hari akan senantiasa bersinggungan langsung dengan masyarakat. Sehingga, jelas risiko mereka untuk terpapar virus corona cukup besar dibandingkan pekerja dari sektor-sektor lain. "Oleh karena itu, vaksinasi harus dilakukan untuk pekerja migas," ujar Aryanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement