Jumat 20 Aug 2021 17:03 WIB

SPBG Pertama di Jateng Resmi Beroperasi

Pembangunan SPBG ini dibiayai oleh APBN yang selanjutnya akan dikelola oleh Pertamina

Petugas mengisi gas ke tangki kendaraan bermotor berbahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Kaligawe saat peresmian SPBG tersebut di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/8/2021). SPBG pertama di Jawa Tengah yang dioperasikan anak usaha PT Pertmina (Persero), Subholding Gas PT PGN Tbk berkapasitas 1 MMSCFD atau setara 30.000 liter premium per hari (lsp) itu guna mendukung program pemerintah dalam memanfaatkan gas bumi untuk domestik sekaligus mendorong transisi energi alternatif ramah lingkungan di sektor transportasi.
Foto: ANTARA/Aji Styawan
Petugas mengisi gas ke tangki kendaraan bermotor berbahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Kaligawe saat peresmian SPBG tersebut di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/8/2021). SPBG pertama di Jawa Tengah yang dioperasikan anak usaha PT Pertmina (Persero), Subholding Gas PT PGN Tbk berkapasitas 1 MMSCFD atau setara 30.000 liter premium per hari (lsp) itu guna mendukung program pemerintah dalam memanfaatkan gas bumi untuk domestik sekaligus mendorong transisi energi alternatif ramah lingkungan di sektor transportasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) pertama di Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang, resmi beroperasi.Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji dalam peresmian di Semarang, Jumat (20/8), mengatakan, SPBG Kaligawe ini merupakan 1 dari 3 SPBG yang akan dibangun di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Menurut dia, pembangunan SPBG ini dibiayai oleh APBN yang selanjutnya akan dikelola oleh Pertamina. Pengoperasian SPNG Kaligawe ini bisa menjadi percontohan nasiional.Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang atas terealisasikannya pembangunan SPBG ini. 

"Energi bersih ini bisa dimulai dari Kaligawe. SPBG ini akan tetap ada hingga 10 sampai 20 tahun ke depan," katanya.

Sementara Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Haryo Yunianto menambahkan pasokan gas ke SPBG ini didukung dari jaringan Tambaklorok. Pengunaan bahan bakar gas akan menghemat biaya operasional sekitar 13 sampai 15 persen.

Untuk tahap awal, lanjut dia, SPBG ini akan melayani kebutuhan bahan bakar gas bus Transsemarang milik Pemerintah Kota Semarang yang sudah dilengkapi dengan perangkat konverter dual bahan bakar.SPBG dengan kapasitas gas sebesar 30 ribu liter setara premium ini mampu memenuhi kebutuhan sekitar 80 bus Transsemarang per hari.

Ia juga menargetkan dua SPBG lain di Kota Semarang yang berlokasi di Mangkang dan Pedurungan dapat segera menyusul dioperasikan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement