Rabu 25 Aug 2021 16:45 WIB

Oktober-November 2021 Puncak Percepatan Vaksinasi di Jateng

Upaya-upaya untuk percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi harus terus dilakukan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 pada penerima vaksin saat acara Melangkah Untuk Vaksinasi di Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/8/2021). Guna memberikan kekebalan imunitas bagi warga dalam penanganan pandemi COVID-19, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan capaian vaksinasi COVID-19 di Soloraya sebesar 75 persen pada akhir bulan Agustus 2021.
Foto: ANTARA/Maulana Surya
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 pada penerima vaksin saat acara Melangkah Untuk Vaksinasi di Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/8/2021). Guna memberikan kekebalan imunitas bagi warga dalam penanganan pandemi COVID-19, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan capaian vaksinasi COVID-19 di Soloraya sebesar 75 persen pada akhir bulan Agustus 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah masih terkendala oleh keterbatasan vaksin yang diterima dari pemerintah pusat. Karena itu, warga setempat yang belum mendapatkan vaksinasi diminta untuk bersabar.

Terkait kondisi itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku sudah banyak mendapat protes, baik dari siswa yang ingin segera bersekolah tatap muka, para seniman yang sudah rindu untuk bisa pentas, maupun komunitas masyarakat lainnya.

Mereka semua sudah sangat menginginkan bisa segera mendapatkan vaksinasi Covid-19. “Hanya saja keinginan mereka belum bisa terwujud,” ungkapnya, di Semarang, Rabu (25/8).

Karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19, lanjutnya, maka upaya-upaya untuk percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi harus terus dilakukan.

Misalnya melalui vaksinasi gotong royong yang dilaksanakan bersama dengan dukungan TNI/Polri maupun dengan pihak lain seperti BUMN yang sebelumnya juga telah menggelar program vaksinasi di Jateng.

Dengan cara-cara ‘keroyokan’ tersebut, menurut Ganjar, maka program vaksinasi masih bisa berlanjut dan akan lebih banyak lagi warga yang bisa mendapatkan vaksinasi.

Di lain pihak, gubernur juga meminta masyarakat tetap bersabar karena stok vaksin memang masih terbatas. Namun mulai Agustus ini alokasi vaksin terus ditambah dan pada September bakal semakin banyak.

“Sehingga harapan kita, nanti pada Oktober sampai November 2021 akan menjadi peak (puncak, red.) dari pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Jateng,” tambah Ganjar.

Masih terkait dengan vaksinasi, gubernur mengapresiasi dukungan Koarmada II yang pada hari ini turut membantu upaya percepatan vaksinasi, khususnya di wilayah Kabupaten Tegal.

Gubernur juga berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di GOR Trisanja, Slawi tersebut. Ternyata tanggung jawab vaksinasi oleh Koarmada II juga mencakup Cilacap.

Menurutnya, ‘serbuan vaksinasi’ ini merupakan berkah bagi Jateng karena akan semakin banyak lagi masyarakat di daerahnya yang mendapat vaksin Covid-19. “Belajar dari pengalaman sebelumnya, mereka yang sudah divaksin relatif terlindungi,” ujar dia.

Sementara itu, Pangkoarmada II, Laksda TNI Dr Iwan Isnurwanto menambahkan, program vaksinasi tersebut merupakan wujud kontribusi dari TNI Angkatan Laut, untuk membantu terbentuknya herd immunity di Jateng, khususnya di Kabupaten Tegal.

Pelaksanaannya dilakukan serentak di empat titik. Masing-masing di Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’hadut Tholabah, Kecamatan Lebaksiu, Purwahamba Indah, Kecamatan Suradadi,  Kalibakung, Kecamatan Balapulang, dan di GOR Trisanja, Kecamatan Slawi.

“Untuk pelaksanaannya disiapkan kurang lebih 30 ribu dosis vaksin dan diharapkan akan dapat disuntikkan kepada warga Kabupaten Tegal dalam dua hari,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement