Kamis 26 Aug 2021 01:32 WIB

Dampak PPKM, Banyak Gerai di Mal Malang Raya Dijual

Dampak PPKM juga mulai menggerus modal yang dimiliki pengelola pusat perbelanjaan.

Pusat perbelanjaan.  (ilustrasi)
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Pusat perbelanjaan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (PPBI) Malang Raya menyatakan, dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk penanggulangan Covid-19 menyebabkan banyak gerai di pusat-pusat perbelanjaan harus menutup usaha mereka. Katua APPBI Malang Raya Suwanto, mengatakan bahwa mayoritas gerai skala kecil pada pusat perbelanjaan yang ada di wilayah Malang Raya tersebut harus menutup usaha mereka karena tidak mendapatkan pemasukan selama masa PPKM.

"Banyak yang tutup, kurang lebih sebanyak 30-40 persen yang tidak mampu, dan mulai menjual gerai-gerai mereka. Itu di seluruh mal di Malang Raya," kata Suwanto di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (25/8).

Suwanto menjelaskan, selain berdampak pada penutupan gerai-gerai kecil tersebut, saat ini para karyawan yang ada, juga harus dirumahkan sementara, akibat pusat perbelanjaan masih belum diperbolehkan untuk beroperasi. Sementara bagi para pengelola pusat perbelanjaan, dampak PPKM selama kurang lebih dua bulan tersebut, juga mulai menggerus modal yang dimilikinya. 

Ia mengharapkan, PPKM tidak lagi diperpanjang, dan pusat perbelanjaan bisa segera diperbolehkan beroperasi."Banyak karyawan dirumahkan, dan modal kami makin lama makin tergerus. Bicara kerugian, bisa mencapai ratusan miliar rupiah di wilayah Malang Raya," ujarnya.

Pada beberapa wilayah, pusat-pusat perbelanjaan sudah mulai diperbolehkan untuk beroperasi dengan menerapkan protokol penanganan Covid-19 secara ketat. Salah satu persyaratan untuk memasuki pusat perbelanjaan adalah, pengunjung telah mendapatkan divaksin Covid-19.

Terkait hal tersebut, Suwanto mengharapkan pemerintah bisa segera melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat, khususnya di wilayah Malang Raya. Percepatan vaksinasi itu nantinya juga akan berdampak pada jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan.

"Kami mengharapkan agar vaksinasi bisa dipercepat, karena itu sebagaisalah satu syarat untuk memasuki pusat perbelanjaan," katanya.

Dalam upaya untuk membantu pelaksanaan percepatan vaksinasi tersebut, APPBI menyatakan siap membantu pemerintah dengan menyediakan pojok vaksin pada pusat-pusat perbelanjaan khususnya yang ada di wilayah Malang Raya."Kami siap, nanti akan ada vaksin corner, di masing-masing mal. Itu tidak ada masalah," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement