Jumat 03 Sep 2021 14:33 WIB

Pemkab Banyumas Mulai Beri Vaksin Siswa SMP

Sebelum diberikan vaksin, para siswa diperiksa dulu kondisi kesehatannya.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pelajar SMP.
Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pelajar SMP.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Seperti yang telah dijadwalkan, program vaksinasi Covid-19 bagi para siswa SMP di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sudah mulai dilaksanakan. Pada Jumat (3/9), kegiatan vaksinasi dilaksanakan bagi 828 siswa SMP Negeri 9 Purwokerto.

Sehari sebelumnya, kegiatan vaksinasi juga dilakukan pada 772 siswa SMP Negeri Sumpiuh. ''Vaksinasi bagi para siswa SMP ini dilakukan secara bertahap. Untuk sementara, program vaksinasi bagi pelajar SMP ini diberikan pada dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 Sumpiuh dan SMP Negeri 9 Purwokerto,'' jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati.

Sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husein menginginkan agar siswa SMP yang mulai melaksanakan PTM bisa mendapatkan vaksin seluruhnya. Namun dia menyebutkan, ketersediaan vaksin yang diperoleh Kabupaten Banyumas masih sangat terbatas. ''Karena itu, vaksinasi bagi siswa akan dilakukan secara bertahap,'' jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi bagi siswa di dua SMP ini dilakukan di sekolah masing-masing. Sebagaimana pelaksanaan vaksinasi pada umumnya, sebelum diberikan vaksin, para pelajar diperiksa dulu kondisi kesehatannya.

''Hampir semua siswa yang akan divaksin, dalam kondisi sehat sehingga bisa mendapat vaksin,'' jelas Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Purwokerto Herry Nuryanto.

Ia menyatakan, sebelum pelaksanaan program vaksinasi ini, pihaknya  memberikan formulir melalui google form terhadap orang tua siswa. Melalui form ini, pada para orang tua siswa dimintakan izin mengenai pemberian vaksinasi bagi anaknya.

''Kalau diizinkan orang tuanya, maka anaknya akan mendapat vaksin. Tapi kalau tidak diizinkan, maka kita tidak boleh memaksa,'' ujar dia.

Saat pengembalian form ada beberapa orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mendapat vaksin. ''Alasannya ada yang karena anaknya memiliki penyakit bawaan, ada juga karena anaknya baru sembuh dari Covid-19,'' katanya.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi bagi siswa sekolahnya ini akan berlangsung selama dua hari. ''Hari ini, ada 400 siswa yang mendapat vaksin. Sisanya, besok. Sedangkan vaksin yang digunakan, merupakan vaksin Sinovac,'' jelasnya.

Kepala SMP Negeri 1 Sumpiuh, Bambang Prihananto, juga menyebutkan pelaksanaan vaksinasi bagi siswa sekolahnya dilaksanakan selama dua hari. Pada pertama ada sekitar 400 siswa yang mendapat vaksin, dan sisanya dilaksanakan pada Jumat (3/9).

Dengan jatah sebanyak 772 dosis, maka seluruh siswa di sekolahnya bisa mendapatkan vaksin. ''Semua siswa kami daftarkan vaksinasi. Siswa yang komorbid didampingi orang tuanya untuk diperiksa bisa tidaknya mendapat vaksin. Nanti tenaga medisnya yang menentukan,'' ujar Bambang.

Sejauh ini, pelaksanaan vaksinasi covid bagi siswa di kedua SMP tersebut berjalan lancar. Beberapa anak sempat ketakutan saat akan mendapat suntikan vaksin. Namun setelah dibujuk dan ditenangkan guru dan tenaga medis, akhirnya anak-anak tersebut bersedia divaksin.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement