Kamis 30 Sep 2021 09:25 WIB

Pengelola Pasar Wonodri Edukasi PeduliLindungi ke Pedagang

Jumlah pedagang di pasar Wonodri mencapai mencapai 773 orang.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Pengelola Pasar Wonodri Edukasi PeduliLindungi ke Pedagang (ilustrasi).
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pengelola Pasar Wonodri Edukasi PeduliLindungi ke Pedagang (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Pengelola pasar Wonodri, di lingkungan Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang terus mempersiapkan berbagai hal, terkait dengan rencana  penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional ini.

Selain memastikan semua pedagang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, pengelola pasar tersebut juga melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif, baik kepada para pedagang maupun pengunjung pasar yang berlokasi di Jalan Wonodri Baru Raya tersebut.

Kepala Pasar Wonodri, Ahmad Munif yang dikonfirmasi mengungkapkan, jumlah pedagang di pasar Wonodri --saat ini-- mencapai mencapai 773 orang. Proses vaksinasi kepada para pedagang telah dilaksanakan pada hari Jumat 24 September 2021 kemarin.

"Bagi para pedagang yang belum tervaksinasi pada tanggal 24 September 2021 tersebut, masih diberikan kesempatan untuk mengikuti vaksinasi tiga hari berikutnya atau pada Senin 27 September 2021," jelasnya, di Semarang, Kamis (30/9).

Dari dua program vaksinasi Covid-19 bagi pedagang pasar Wonodri selama dua hari tersebut, lanjut Munif, memang hanya tercatat sebanyak 421 orang pedagang. Karena sebagian pedagang sebelumnya telah mengikuti program vaksinasi di kelurahan/ lingkungan masing- masing.

Selain itu juga ada sebagian kecil pedagang  yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19, karena yang bersangkutan memiliki komorbid. "Artinya, sebagian besar pedagang di pasar Wonodri telah terlindungi oleh vaksinasi," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, program pemenuhan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan agar pasar Wonodri menjadi pasar yang sehat juga telah dilakukan dalam rangka mendukung penunjukan pasar Wonodri menjadi salah satu pasar tradisional percontohan PeduliLindungi.

Sedangkan sosialisasi dilakukan agar semua pedagang memahami pentingya PeduliLindungi untuk keamanan serta keselamatan dalam melaksanakan kegiatan perekonomian di lingkungan pasar, khususnya di pasar Wonodri tersebut.

Munif juga menyampaikan, pada Selasa (28/9) malam, telah menerima formulir pengajuan QR Code untuk penerapan PeduliLindungi dan formulir tersebut telah diisi dan disampaikan kembali kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sehingga kapan ketentuan itu akan mulai diberlakukan, dinasnya masih menunggu  persetujuan permohonan QR Code untuk pasar Wonodri dari Kemenkes. Setiap hari pengelola pasar juga terus mengedukasi pedagang terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Sebab tidak semua pedagang di pasar Wonodri sudah melek teknologi dan paham dengan aplilasi PeduliLindungi. "Sehingga, pada saat diterapkan nanti, para pedagang sudah bisa beradaptasi dengan ketentuan PeduliLindungi ini ," tegasnya.

Seperti diketahui, Pasar Wonodri di Kota Semarang, Jawa Trngah menjadi satu di antara enam pasar tradisional yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan dan Satgas Covid-19 Pusat sebagai percontohan penerapan aplikasi PeduliLindungi di lingkungan pasar.

Keenam pasar tersebut meliputi Pasar Mayestik dan Pasar Blok M di Jakarta; Pasar Baltos di Bandung; Pasar Modern BSD Tangerang Selatan; Pasar Modern di kawasan Alam Sutera Tangerang dan pasar Wonodri di Semarang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement