Kamis 30 Sep 2021 23:32 WIB

PTM Direncanakan Oktober, DIY Sebut Butuh Banyak Vaksin

Mahasiswa yang kemungkinan di daerahnya belum divaksin.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin
PTM Direncanakan Oktober, DIY Sebut Butuh Banyak Vaksin (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman/wsj.
PTM Direncanakan Oktober, DIY Sebut Butuh Banyak Vaksin (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut, perkuliahan tatap muka direncanakan dimulai pada awal Oktober 2021. Sehingga, pihaknya menyebut ke depan membutuhkan lebih banyak vaksin Covid-19.

Pasalnya, diperkirakan akan banyak mahasiswa dari luar DIY yang datang ke DIY. Mahasiswa yang datang dari luar tersebut, kata Sultan, mau tidak mau harus divaksinasi bagi yang belum mendapatkan suntikan vaksin di daerahnya.

"Mahasiswa ini yang kemungkinan di daerahnya belum divaksin, mau tidak mau kita harus melakukan vaksinasi. Sehingga kebutuhan kami mungkin akan meningkat," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Rabu (29/9).

Terkait dengan pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SD hingga SMA/SMK, pihaknya juga mengambil keputusan hati-hati. Sultan menuturkan, vaksinasi tetap menjadi salah satu syarat sekolah untuk dapat menggelar PTM.

Meskipun, dari pemerintah pusat sendiri sudah menegaskan bahwa tidak perlu menunggu selesainya vaksinasi untuk menggelar PTM.

"Mengambil kebijakan untuk mencoba tatap muka, kami hati-hati, bagaimana ketentuan kami harus divaksin semua," ujar Sultan.

Untuk vaksinasi pelajar usia 12 tahun hingga 18 tahun di DIY sudah mencapai 84,30 persen. Sedangkan, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan sudah di angka 92,44 persen.

"Semoga setelah dua minggu ini akan ada banyak kemajuan untuk bisa (menggelar uji coba pembelajaran) tatap muka dilakukan secara lebih (luas)," jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyebut, PTM terbatas khususnya di tingkat SMA/SMK baru efektif dilakukan mulai awal Oktober 2021. Uji coba PTM terbatas di DIY sendiri sudah mulai dilakukan untuk tingkat SMA/SMK dan SLB sejak 20 September 2021 lalu.

Pasalnya, sebelum Oktober masih ada sekolah yang melaksanakan penilaian tengah semester (PTS) dan asesmen nasional (AN). Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan, PTM terbatas ini dilakukan secara bertahap bagi sekolah yang sudah siap di DIY.

"Rata-rata sekolah itu baru efektif untuk mulai PTM terbatas itu 4 Oktober karena sudah tidak disibukkan dengan PTS dan AN," kata Didik belum lama ini.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, Didik mengatakan, sebagian besar sekolah sudah siap untuk melaksanakan PTM terbatas. Untuk jenjang SMP, SMA/SMK dan SLB di DIY, sekitar 234 sekolah yang sudah siap untuk melaksanakan PTM terbatas.

Sekolah yang sudah siap ini, katanya, sudah memenuhi terkait capaian vaksinasi, SOP hingga sarana dan prasarana penunjang terlaksananya protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Untuk melaksanakan PTM, capaian vaksinasi setidaknya sudah mencapai 80 persen.

"234 sekolah itu siap PTM terbatas dalam artian memenuhi persyaratan, baik persyaratan sudah tervaksin 80 persen lebih dan kesiapan dari sekolah itu sendiri. Tim gugus tugas (Covid-19) tingkat sekolah dan keterpenuhan protokol kesehatan, SOP sudah terpenuhi, total sekolah kita kan ada 395-an," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement