Senin 04 Oct 2021 17:02 WIB

Bupati Minta Tambahan Vaksin untuk Mahasiswa Luar Daerah

Mahasiswa luar daerah diperkirakan akan segera masuk Sleman untuk kuliah tatap muka.

Tenaga kesehatan mengunggah data  mahasiswa usai vaksinasi Covid-19 di Hutan Laboratorium Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta, Jumat (23/7). Sebanyak 500 mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM menjadi target vaksinasi massal.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Tenaga kesehatan mengunggah data mahasiswa usai vaksinasi Covid-19 di Hutan Laboratorium Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta, Jumat (23/7). Sebanyak 500 mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM menjadi target vaksinasi massal.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo meminta tambahan 300 ribu dosis vaksin Covid-19 ke pemerintah pusat yang nantinya diperuntukkan bagi mahasiswa dari luar daerah Sleman.

"Sejumlah mahasiswa luar daerah diperkirakan akan segera memasuki Sleman, seiring dengan akan dimulainya pembelajaran tatap muka yang sudah direncanakan sejumlah perguruan tinggi pada Oktober ini," kata Kustini Sri Purnomo.

Menurut dia, melalui rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemkab Sleman melalui Gubernur DIY meminta tambahan vaksin sekitar 300 ribuan dosis.

"Langkah ini sebagai persiapan (dari) kedatangan mahasiswa ke Sleman dalam waktu dekat," katanya.

 

Ia mengatakan, jumlah 300 ribu dosis vaksin yang diajukan hanyalah angka perkiraan. Berdasarkan jumlah pelajar maupun mahasiswa luar daerah yang mengenyam pendidikan di Kabupaten Sleman.

"Di Kabupaten Sleman sendiri terdapat lebih dari 40 perguruan tinggi dengan berbagai kategori mulai dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas," katanya.

Kustini mengatakan, upaya penambahan dosis vaksin itu juga sekaligus untuk mempercepat pembentukan "herd imunity" di lingkungan civitas akademika.

"Pemerintah daerah sangat hati-hati dalam membuka kuliah tatap muka. Gubernur juga sudah menyampaikan minimal 80 persen sudah divaksin. Tentu ini harus kita kejar," katanya.

Ia mengatakan, untuk mencapai target vaksinasi, Pemkab Sleman akan mempermudah persyaratan. Calon penerima vaksin tidak hanya menyasar pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sleman.

"Target penerima diperluas termasuk untuk kalangan pelajar dan mahasiswa," katanya.

Pemkab Sleman, kata dia, juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam melakukan pendataan nama dan jumlah mahasiswa. Data kemudian disaring bagi yang belum mendapatkan suntik vaksin Covid-19.

"Nanti pihak kampus akan menyisir. Berapa jumlah mahasiswa yang belum vaksin. Semoga rencana pada pertengahan atau akhir bulan ini bisa mulai tatap muka," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement