Senin 04 Oct 2021 22:02 WIB

Pemkot Madiun Dorong Perajin Batik Kembangkan Pemasaran

Banyaknya motif batik khas Kota Madiun yang diciptakan oleh para perajin.

Perajin mengikuti kegiatan membatik bersama di Sendangrejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (2/10/2021). Sejumlah perajin yang tergabung dalam Paguyuban Perajin Batik Kabupaten Madiun membatik bersama dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional.
Foto: ANTARA/SISWOWIDODO
Perajin mengikuti kegiatan membatik bersama di Sendangrejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (2/10/2021). Sejumlah perajin yang tergabung dalam Paguyuban Perajin Batik Kabupaten Madiun membatik bersama dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur mendorong para perajin batik yang ada di wilayahnya untuk eksis dan mengembangkan pemasarannya di tingkat nasional bahkan hingga tembus pasar internasional.

Wali Kota Madiun Maidi sangat mengapresiasi kreativitas warganya yang menjadi para perajin batik. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya motif batik khas Kota Madiun yang diciptakan oleh para perajin. Semuanya otentik, unik, dan bagus.

"Yang pasti saya bangga, perajin batik di Kota Madiun terus berkarya dengan motif-motif khasnya. Salah satu yang khas ada motif bunga dan pecelan," ujar Wali Kota Maidi.

Guna mendukung promosi dan pemasaran batik khas Kota Madiun, Pemkot Madiun telah mendirikan galeri. "Masyarakat dan pemerintah saling melengkapi. Apa yang sudah dikreasikan masyarakat coba kami wadahi dengan mendirikan galeri untuk mereka," kata Maidi.

Selain mewadahi produk-produk batik khas di galeri, Pemkot Madiun juga mendukung pemasaran secara daring para perajin dengan menyediakan spot-spot internet gratis. Supaya dapat mereka gunakan dalam mendongkrak penjualan di pasar dunia maya.

"Tantangan pandemi, semua dibatasi. Maka daring kami kuatkan, di mana-mana ada jaringan wifi," kata dia.

Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober diharapkan menjadi momentum bagi para perajin untuk lebih aktif dalam berkarya. Orang nomor satu di Kota Madiun itu meminta para perajin dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus semangat dan meningkatkan kualitas produknya.

Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi berharap batik khas Kota Madiun semakin dikenal luas. Setiap kelurahan kini telah memiliki ciri khasnya masing-masing.

Yuni mempunyai cita-cita untuk menggelar peragaan busana menampilkan produk batik lokal, kelak ketika pandemi Covid-19 sudah mereda.

"Untuk menunjukan batik kelurahan siap go international kami ingin kelak mengadakan peragaan busana. Kami juga terus mendorong kreativitas dan inovasi ibu-ibu perajin dalam membuat bermacam motif khas dengan berbagai pelatihan," terang Yuni.

Sesuai data, kini tercatat ada 32 perajin batik aktif di Kota Madiun. Mereka tersebar di seluruh kelurahan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement