Rabu 17 Nov 2021 19:17 WIB

Taj Yasin Minta Dinas UMKM Dampingi Masyarakat Dapat PIRT

Wagub menginginkan setelah program pemberian pelatihan harus ada tindak lanjut.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Taj Yasin Minta Dinas UMKM Dampingi Masyarakat Dapat PIRT (ilustrasi).
Foto: Rumah Zakat
Taj Yasin Minta Dinas UMKM Dampingi Masyarakat Dapat PIRT (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG—Program perempuan berusaha yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah jangan berhenti pada pemberian pelatihan ketrampilan saja.

Setelah penerima manfaat program telah memiliki bekal ketrampilan untuk membuka usaha, harus ada tindaklanjut berupa pendampingan untuk mengantongi Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

“Dinas terkait juga penting membantu masyarakat sasaran program perempuan berusaha, dalam mengurus PIRT-nya,” ungkap Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Rabu (17/11).

Wagub mengatakan hari ini telah meninjau program pelatihan ekonomi bagi perempuan berusaha, yang menjadi andalan Program Desa Sejahtera (Destara) BKOW Provinsi Jawa Tengah, di Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Dari kunjungan tersebut, wagub menginginkan setelah program pemberian pelatihan harus ada tindak lanjut, manakala penerima manfaat pelatihan telah siap untuk membangun usahanya (UMKM).

Salah satunya harus ada dorongan bagi mereka agar mengantongi izin PIRT. Perihal itu, juga disampaikan langsung oleh wagub keada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kabupaten Sragen.

Khususnya kepada Dinas UMKM, wagub meminta perempuan yang sudah dilatih ketrampilan kelak juga didampingi untuk bisa mendapatkan izin PIRT-nya. “Karena mereka belum punya izin dan Dinas UMKM harus berani jemput bola,” tegasnya.

Taj Yasin juga menyampaikan, dalam mendukung kebangkitan perekonomian masyarakat dinas juga bekerja secara maksimal bagi masyarakat.

Bahkan dalam memberikan pendampingan dan survei ke masyarakat (pelau UMKM) untuk tidak memikirkan anggaran terlebih dahulu. Bagaimana anggarannya dan berapa yang diperlukan, --dinas-- bisa berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Karena izin PIRT sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM di daerah tersebut dapat mengembangkan usahanya. “Baznas juga siap membantu dalam mendorong pelaku usaha mendapatkan izin PIRT tersebut,” tandasnya.

Terkait dengan permintaan Wagub Jawa Tengah tersebut, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji mendukung saran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang disampaikan oleh Wagub Jawa Tengah tersebut.

Salah satu kiat yang dapat dilakukan dalam mengentaskan kemiskinan, adalah memberikan dukungan kepada UMKM agar bisa berkembang. Sehingga --apabila diperlukan-- Baznas Provinsi Jawa Tengah siap memberikan dukungan.

“Sepanjang itu untuk kegiatan- Kegiatan yang produktif dan membangun, dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan umat, Baznas Provinsi Jawa Tengah akan terbuka serta siap untuk membantu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menambahkan, untuk program perempuan berusaha di Desa Ketro, Kecamatan Tanon, dilaksanakan pelatihan ketrampilan membuat abon dan dengdeng dengan bahan ikan air tawar bagi kaum perempuan.

Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 30 orang perempuan warga Desa Ketro dilatih membuat membuat dan memproduksi bahan makanan tersebut untuk dikembangkan menjadi embrio UMKM abon dan dengdeng ikan air tawar.

“Ini merupakan pelatihan ketrampilan ke-tiga yang digelar oleh BKOW Provinsi Jawa Tengah, melalui program Destara,” ungkapnya.

Nawal Arafah juga menyampaikan, pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan potensi yang ada di wilayah masing- masing. Dalam penentuan jenis spelatihan pun juga telah dirapatkan terlebih dahulu dengan dinas- dinas terkait.

Sebelum menggelar pelatihan di Desa Ketro, BKOW Provinsi Jawa Tengah juga menggelar pelatihan ketrampilan bagi perempuan di Kabupaten Pemalang dan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Tujuan dari pelatihan ini, untuk meningkatkan keterampilan perempuan dalam mengolah potensi hasil perikanan khususnya ikan air tawar di Desa Ketro. “Harapannya, ketrampilan yang dimiliki bisa menambah sumber penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tandas  Nawal Arafah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement