Senin 20 Dec 2021 18:02 WIB

Saat Generasi Z Kolaborasi Rawat Tradisi Desa

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi nilai inovasi dalam tradisi desa.

 Prosesi Arak Tumpeng Agung Desa Munggugianti.
Foto: dokpri
Prosesi Arak Tumpeng Agung Desa Munggugianti.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Tim Pengabdian Masyarakat International Business Management (IBM), School of Management Universitas Ciputra ikut terlibat aktif dalam acara tahunan Sedekah Bumi dan Pagelaran Wayang Kulit Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi nilai inovasi dalam tradisi desa sekaligus upaya "nguri-nguri kabudayan" serta memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda agar terpelihara jiwa nasionalismenya.

Desa Munggugianti selalu berupaya untuk melestarikan tradisi desanya dan mengedepankan rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan hasil panen yang mereka peroleh melalui kegiatan acara tahunan Sedekah Bumi.  "Acara kirab Tumpeng Agung yang dilaksanakan pada acara sedekah bumi tersebut memiliki makna berbagi dengan sesama makhluk hidup yang ada di bumi, baik itu manusia dan juga hewan lainnya yang ikut merasakan," ujar Pjs Kepala Desa Munggugianti, Yudi Yulianto, pada acara penyelenggaraan sedekah bumi tersebut beberapa waktu lalu. 

Ia pun menyampaikan selamat atas diselenggarakannya acara sedekah bumi, dan juga menyampaikan bahwa acara ini memiliki makna yang mendalam atas rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu sedekah bumi juga memperingatkan manusia untuk terus bisa berbagi dengan sesama. 

Penyelenggaraan acara sedekah bumi diawali dengan berbagai persiapan, seperti membuat “Tumpeng Agung” yang terdiri dari aneka buah dan sayur yang disusun hingga membentuk tumpeng raksasa dengan tinggi sekitar 4 meter dengan diameter kurang-lebih 2 meter. Tumpeng Agung tersebut nantinya akan diarak dari telaga di Dusun Gianti hingga tujuan akhir di balai desa. Pengarakan Tumpeng Agung Tersebut akan diiringi dengan 4 tumpeng kecil sebagai pendamping. 

"Tradisi sedekah desa ini sudah turun temurun dari leluhur kami, akan tetapi semenjak wabah Covid-19 melanda, dua tahun belakangan ini tidak diselenggarakan. Acara Sedekah Bumi ini sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan karena hasil bumi yang telah kita peroleh. Nanti ada total lima tumpeng yang mau diarak sampai ke balai desa, setelah selesai itu didoakan, baru hasilnya (buah dan sayur) di tumpeng itu kita ambil sama-sama," ujar Ketua Karang Taruna Desa Munggugianti, Ahmad Farid. 

Rangkaian acara sedekah bumi pada tanggal 18-19 Desember 2021 diawali dengan doa bersama untuk meminta keselamatan dan ucapan rasa syukur, kemudian dilanjutkan dengan prosesi arak Tumpeng Agung yang dipimpin oleh para pemuka adat sambil menaburkan beras kuning di sepanjang jalan. 

Puncak acara kegiatan sedekah bumi adalah tibanya rombongan arak Tumpeng Agung di Balai Desa, dan dilanjutkan dengan prosesi doa bersama sebelum hasil bumi tersebut diberikan kepada warga. 

Masyarakat yang sudah menantikan puncak acara tersebut pun telah menunggu di sekeliling Tumpeng Agung untuk berebut hasil bumi dengan membawa kantong dan wadah di tangan mereka untuk menyimpan "hasil rebutan" mereka.

Prosesi "rebutan" hasil bumi itu pun dibantu oleh beberapa anggota Karang Taruna Desa Munggugianti untuk memudahkan warga mengambil hasil bumi yang ada di tumpeng agung. Acara tersebut pun diiringi oleh nyanyian sinden dan gamelan yang membuat suasana di acara tersebut semakin terasa nuansa khidmatnya. 

Acara sedekah bumi pun dilanjutkan dengan acara pertunjukkan Tari Remo dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Budi Prayitno  yang dimulai pada 18 Desember 2021 Pukul 10 malam hingga 19 Desember 2021 pukul 3 pagi. Meski acara berlangsung cukup panjang, para warga pun masih antusias untuk ikut serta dan meramaikan acara tersebut dikarenakan festival sedekah bumi hanya berlangsung setahun sekali. 

"Inisiatif kami untuk menfasilitasi kolaborasi antara Karang Taruna Desa Munggugianti dengan para mahasiswa Universitas Ciputra agar mengambil peran sentral dalam acara Sedekah Bumi ini ada dua tujuan mulianya yaitu pertama, kami ingin melalui acara ini semakin memupuk rasa cinta generasi muda Desa Munggugianti terhadap desanya, harapannya bekal rasa cinta ini bisa mengurangi orientasi untuk urbanisasi dan lebih berpikir untuk pengembangan potensi desanya," tutur  staf pengajar Universitas Ciputra yang menjadi Koordinator Pengabdian Masyarakat IBM SBM Universitas Ciputra, Aria Ganna Henryanto.

Yang kedua, tutur Aria, pada saat yang bersamaan kami mendidik mahasiswa Universitas Ciputra untuk lebih membumi serta semakin memahami realitas dan problematika di masyarakat. "Selain itu juga mengembangkan budaya sharing knowledge kepada Karang Taruna Desa Munggugianti," kata Aria.

photo
Kolaborasi Tim Pengabdian Masyarakat IBM-RC Universitas Ciputra dengan Karang Taruna Desa Munggugianti pada Kegiatan Sedekah Bumi. - (dokpri)

Aria mengungkapkan, isi yang ingin dicapai dalam kegiatan Sedekah Bumi Desa Munggugianti adalah melestarikan tradisi desa dan membuat para generasi muda untuk mampu terus menghidupkan warisan budaya yang ada. Hal tersebut pun didukung sepenuhnya oleh Universitas Ciputra Surabaya melalui pendampingan penyelenggaraan acara dan juga mengemas segala bentuk kegiatan menjadi konten yang menarik di sosial media agar masyarakat luas bisa mengenal dan menumbuhkan ketertarikan masyarakat terhadap kegiatan kebudayaan tersebut. 

Selain itu, harapan yang ingin dicapai adalah menstimulasi perubahan mindset Karang Taruna untuk lebih berorientasi meningkatkan branding Desa Munggugianti  di level regional maupun nasional menjadi naik kelas. "Sehingga ke depannya dapat mengembangkan potensi yang ada di Desa Munggugianti menjadi Desa Wisata," kata Aria. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement