Kamis 23 Dec 2021 21:58 WIB

Kudus Miliki Desa Wisata Penghasil Nanas dari Berbagai Daerah

Destinasi yang berpotensi menjadi tempat wisata harus dikembangkan.

Kudus Miliki Desa Wisata Penghasil Nanas dari Berbagai Daerah (ilustrasi).
Foto: Pixabay
Kudus Miliki Desa Wisata Penghasil Nanas dari Berbagai Daerah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,KUDUS -- Pemerintah Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi salah satu desa wisata karena memiliki potensi sebagai sentra tanaman buah nanas dengan ketersediaan 3.000 tanaman nanas di desa setempat.

"Dari ribuan tanaman nanas yang tertanam, terdapat 12 jenis varietas nanas dari berbagai daerah di Tanah Air," kata Ketua Pelaksana Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Singobarong Desa Pedawang Rubiyanti di Kudus, Kamis (23/12).

Baca Juga

Ia menjelaskan tanaman nanas itu mencakup nanas madu, nanas merah, nanas dari daerah Prabumulih, Subang, Malang dan berbagai daerah lainnya. Sedangkan yang paling dominan nanas dari Subang yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis cukup tinggi.

Luas areal lahan yang disiapkan untuk ditanami bibit nanas mencapai 1 hektare yang merupakan lahan milik Pemerintah Desa Pedawang, sedangkan yang sudah ditanami separuhnya dengan total 3.000 bibit buah nanas.

 

Lahan tersebut, menurut dia, sangat cocok untuk komoditas nanas, sehingga wajar wilayah ini disebut sebagai desa sentra buah nanas yang bisa menjadi daya tarik wisata.

Ia menambahkan komoditas ini, tidak hanya bisa dimanfaatkan buahnya saja, melainkan kulit hingga daunnya dapat dimanfaatkan untuk serat nanas. Sedangkan program jangka panjang akan berupaya menggerakkan masyarakat untuk melakukan pengolahan dari buah nanas.

"Semuanya sudah tersiapkan dalam rancangan tim Pokdarwis, semoga mendapat dukungan berbagai pihak. Kami juga sudah melakukan studi banding terkait pengembangan buah nanas tersebut," ujarnya.

Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi inovasi Pemerintah Desa Pedawang dengan pengembangan komoditas nanas nusantara karena berpotensi menjadi agrowisata sehingga Kudus memiliki beberapa sentra buah-buahan.

"Destinasi yang berpotensi menjadi tempat wisata harus dikembangkan. Setiap tahun harus ada progres nyata dan tidak boleh hanya sekedar seremonial. Kepala desa diminta menjadi manajer dan merangkul semua elemen dalam mengembangkan rintisan desa wisata," ujarnya.

Ia menegaskan, karena sudah ditetapkan sebagai rintisan desa wisata, sudah saatnya wilayah inidikembangkan agar jangan hanya sekadar label memiliki lahan nanas.

Selain itu, untuk mendukung destinasi baru wisata, maka perlu adanya pengembangan infrastruktur seperti mempermudah akses jalan serta promosi untuk menarik minat wisatawan luar daerah berkunjung ke Pedawang.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement