Selasa 04 Jan 2022 16:10 WIB

Eri: Jika tak Mampu Jadi Lurah Silakan Mundur

Eri juga meminta tidak ada lagi lurah yang yang susah dihubungi warganya.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Foto: Dok Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan sekaligus motivasi untuk para lurah se-Kota Surabaya. Eri meminta para lurah berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Eri menegaskan, kelurahan bukanlah tempat orang-orang buangan. Tapi, mereka yang bertugas di kelurahan adalah orang-orang hebat dan berkompeten.

Eri pun mengatakan, mereka yang dipilih menjadi lurah atau camat, bukan karena kedekatan atau kenal dengan wali kota. Namun, mereka yang diberikan amanah sebagai pemimpin itu karena memiliki kompetensi sesuai hasil dari asesmen.

"Kalau merasa berat jadi lurah, tolong sampaikan surat pengunduran diri. Karena saya menjadikan lurah dari hasil nilai tes asesmen. Sehingga saya harap nilai tes itu sesuai dengan kinerja di lapangan," kata Eri, Selasa (4/1).

Eri juga meminta tidak ada lagi lurah yang yang susah dihubungi warganya. Ia juga tidak berharap ada lurah yang tidak bisa memberikan solusi atas permasalahan warga. Sebab, lurah adalah garda terdepan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Karena buat saya, lurah adalah jabatan yang sangat penting ketika memajukan sebuah kota. Sebab, lurah bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketika warga bertanya, maka permasalahan cukup berhenti di kelurahan," ujarnya

Eri juga berpesan kepada seluruh lurah agar mulai sekarang sering terjun ke lapangan. Ia tak ingin lurah kerjanya hanya duduk di belakang meja. Apalagi ketika ada bayi stunting dan warga yang tidak mampu bayar sekolah anaknya, justru lurahnya tidak tahu.

"Makanya saya berharap lurah turun ke lapangan agar tahu kondisi warganya seperti apa. Turun ke lapangan ketika ada hujan atau banjir. Kalau njenengan tidak mampu, munduro gak popo (Kalau anda tidak mampu, silahkan mundur tidak apa-apa)" kata dia.

Eri menyatakan, setiap pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya, termasuk lurah, akan menandatangani kontrak kinerja. Ini sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban terhadap output dan outcome hasil dari kinerja. "Jadi, kinerja lurah atau camat itu nanti akan dinilai melalui hasil output dan outcome-nya itu sesuai atau tidak," kata dia.

Eri pun mengajak seluruh lurah untuk menciptakan hubungan kekeluargaan dan gotong-royong di lingkungan sekitarnya. Ia berharap, lurah satu dan lainnya bisa saling berkoordinasi dan komunikasi untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement