Kamis 06 Jan 2022 18:41 WIB

Tebing 15 Meter Longsor Tiga Rumah Warga Terdampak

peristiwa tebing longsor di wilayah Dusun Mrunten Wetan terjadi Kamis sore.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Tebing 15 Meter Longsor Tiga Rumah Warga Terdampak (ilustrasi).
Foto: Antara/Ampelsa
Tebing 15 Meter Longsor Tiga Rumah Warga Terdampak (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,UNGARAN -- Tebing longsor di lingkungan Dusun Mrunten Wetan, wilayah RW 03 Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (6/1) sore, mengakibatkan tiga rumah warga terdampak.

Kendati tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan bangunan utama rumah warga luput dari dampak kerusakan yang berat, sejumlah bangunan pendukung rumah tersebut ikut ambrol bersamaan dengan ambrolnya tebing setinggi 15 meter tersebut.

Baca Juga

Bahkan salah satu bangunan kini kondisinya kian terancam, karena berada tepat di bibir tebing yang longsor dan materialnya juga sempat menutup akses jalan kabupaten, penghubung Desa Kalisidi dengan desa lainnya.

Kepala Desa (Kades) Kalisidi, Dimas Prayitno Putro mengungkapkan, peristiwa tebing longsor di wilayah Dusun Mrunten Wetan terjadi Kamis sore, setelah hujan dengan intensitas lebat turun dalam durasi waktu lama.

“Ada tiga titik longsor, semuanya berada di lingkungan RW 03 Dusun Mrunten Wetan,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ke-tiga rumah yang terdampak, jelas Dimas, meliputi rumah milik Pamuji di lingkungan RT 01/ RW 03 Dusun Mrunten Wetan dengan dampak kerusakan tembok salah satu ruangan rumah roboh.

Dua rumah terdampak lainnya masing- masing milik Hartoyo serta Erwin yang bearda di lingkungan RT 03/ RW 03 Dusun Mrunten Wetan. Untuk rumah Erwin, jelasnya, pagar halaman permanen sepanjang 17 meter roboh karena tanahnya longsor.

“Sementara untuk rumah Hartoyo, kini nyaris menggantung dan berada dekat dengan bibir tebing yang longsor,” tambahnya.

Dimas juga menyampaikan, tebing yang longsor juga mengakibatkan jalan kabupaten akses Desa Kalisidi- Desa Branjang (Kabupaten Semarang) – Kelurahan Gunungpati (Kota Semarang) tertutup material longsor.

Sebelum dilakukan pembersihan material longsor oleh alat berat BPBD Kabupaten Semarang dan para relawan, jalan kabupaten di wilayah Desa kalisidi tersebut juga tertutup dan tidak dapat diakses.

Upaya penanganan material longsor juga melibatkan berbagai unsur seperti petugas Polsek Ungaran, Banser Ungaran Barat, warga setempat serta sejumlah relawan penanganan bencan alam.

“Setelah sempat tertutup selama 3 jam, kini akses jalan kabupaten penghubung Kecamatan Ungaran Barat dengan Kecamatan Gunungpati tersebut tersebut sudah pulih dan bisa dilalui kembali,” tandas Dimas.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement