Jumat 04 Feb 2022 21:44 WIB

Kemenhan dan UGM Kerja Sama Kembangkan Iptek Pertahanan

Indonesia akan maju dan disegani jika menguasai teknologi.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
 Menhan RI Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Rektor UGM Panut Mulyono (kanan) mengamati pesawat tanpa awak yang dipamerkan saat melakukan kunjungan di Universitas Gajah Mada (UGM), Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (4/2/2022). Dalam kunjungan itu Menhan melihat secara langsung berbagai jenis pesawat tanpa awak karya para akademisi UGM. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
Foto: Antara
Menhan RI Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Rektor UGM Panut Mulyono (kanan) mengamati pesawat tanpa awak yang dipamerkan saat melakukan kunjungan di Universitas Gajah Mada (UGM), Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (4/2/2022). Dalam kunjungan itu Menhan melihat secara langsung berbagai jenis pesawat tanpa awak karya para akademisi UGM. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjalin kerja sama. Terutama, kegiatan-kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pertahanan negara.

Kerja sama ditandai penandatanganan kesepakatan bersama oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan Rektor UGM, Prof Panut Mulyono. Prabowo menilai, perguruan tinggi memegang peranan center of excellence atau pusat kajian dan pelatihan.

"Di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM yang penting dalam konteks ketahanan nasional. Saya ingin menegaskan betapa vitalnya kampus sebagai sumber dari brainware (netter)," kata Prabowo di Balai Senat UGM, Jumat (4/2).

Ia menyampaikan, pertahanan negara sesuati yang penting dan dimandatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Tujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia disebutkan paling awal, menandakan vitalnya usaha pertahanan negara.

Tujuan ini terkait erat tujuan lainnya, termasuk tujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara, perlu ilmuwan handal berbagai bidang mulai teknik hingga pertanian. "Pangan adalah bagian dari pertanian. Makanan adalah senjata yang strategis," ujar Prabowo.

Prabowo dengan pimpinan universitas dan pimpinan fakultas turut berdiskusi soal peluang kerja sama dan pengembangan sektor-sektor yang strategis bagi pertahanan negara. Membahas UAV, pemetaan, sampai agroindustri mendukung kedaulatan pangan.

Ia mengingatkan, pasal 27 UUD 1945 mengamanatkan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara. Karenanya, Prabowo mengajak civitas akademika memberikan andil dalam pertahanan negara melalui bidang yang ditekuni.

"Kita butuh untuk memikirkan apa yang harus kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana melindunginya," kata Prabowo.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menuturkan, UGM telah banyak melakukan penelitian bidang pertahanan dan keamanan. Saat ini, UGM mengembangkan berbagai riset dan melakukan hilirisasi berbagai produk riset, salah satunya bidang alat kesehatan.

Ia menilai, pengembangan riset-riset strategis menjadi wujud upaya-upaya UGM dalam rangka mendukung ketahanan nasional dan meningkatkan daya saing bangsa. Panut menekankan, Indonesia akan maju dan disegani jika menguasai teknologi.

"Dengan teknologi kita bisa membangun kekuatan ekonomi dan kekuatan militer untuk bertahan jika ada bahaya yang mengancam," ujarnya.

Kesepakatan bersama antara Kemenhan dengan UGM memiliki ruang lingkup luas. Antara lain penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kelembagaan.

Serta, kolaborasi riset, dan pengembangan sumber daya. Kesepakatan juga meliputi pelaksanaan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar dan lokakarya, penyediaan komponen pendidikan dan tenaga ahli, serta agenda-agenda lain yang disepakati.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement