Senin 07 Feb 2022 16:12 WIB

Disnakertrans Pastikan PMI Jateng Pulang Kampung Sudah Dikarantina

Prosedur karantina yang diterapkan oleh pemerintah saat ini relatif lebih aman.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari.
Foto: dok. Istimewa
Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Di tengah melonjaknya kasus aktif baru Covid-19 di berbagai daerah di Jawa Tengah, sebanyak 606 Pekerja Migra Indonesia (PMI) asal wilayah setempat telah pulang kampung ke daerah asal masing-masing.

Kendati begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng memastikan kepulangan ratusan PMI asal Jateng tersebut telah diantisipasi dalam meminimalisir penebaran Covid-19 di Tanah Air.

“Kepulangan para pekerja ini telah melalui skrining ketat guna memastikan mereka tidak membawa virus Covid-19 dari luar negeri,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng, Sakina Rosellasari, di Semarang, Senin (7/2).

Menurutnya, Disnakertrans mencatat, dalam waktu 1 Januari sampai 6 Februari 2022 ini, setidaknya sudah ada 606 orang PMI asal Jateng yang pulang dari luar negeri.

Sebelum masuk ke Jateng, lanjutnya, ratusan PMI tersebut telah melaksanakan mekanisme skrining serta karantina, sebagai langkah prosedural dalam meminimalisir penularan Covid-19.

Proses karantina terhadap para PMI dipusatkan di dua tempat, masing-masing di Wisma Atlet, Jakarta, dan Wisma Haji Sukolilo, Kota Surabaya.

Untuk masa karantina masing-masing PMI asal Jateng tersebut bervariasi, mulai dari 10 hingga 14 hari, disesuaikan dengan negara tempat para PMI tersebut bekerja.

“Contohnya untuk para pekerja migran asal Hongkong dan Afrika telah menjalani masa karantina hingga 14 hari (dua pekan), sedangkan para pekerja migran di luar kawasan Hongkong dan Afrika telah menjalani masa karantina selama 10 hari,” jelasnya.

Rosellasari juga menambahkan sampai dengan hari ini tercatat sudah ada 564 orang PMI asal Jateng yang telah menyelesaikan masa karantina di Wisma Atlet maupun Asrama Haji Sukolilo.

Mereka masuk melalui pintu kedatangan Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) serta Bandara Juanda Surabaya. Di Bandara Soeta sudah ada SOP penanganan terhadap para PMI perihal dari negara mana mereka datang berikut proses karantina yang harus dilalui.

Upaya karantina adalah untuk memastikan para pekerja miran tersebut dalam kondisi yang sehat dan tidak menularkan Covid-19 dari luar negeri. Sehingga saat masuk ke Jateng, semuanya benar-benar sehat.

“Selain itu, prosedur karantina yang diterapkan oleh pemerintah saat ini juga relatif lebih aman, jika dibandingkan dengan proses karantina kepada para pekerja migran di 2020 lalu," ujarnya.

Rosellasari menambahkan, ke-606 orang PMI yang pulang kampung merupakan para pekerja migran asal Jateng yang telah berakhir masa kerjanya. Kepulangannya ke Tanah Air juga dilakukan secara bergelombang dan tidak bersamaan.

Sehingga jika diakumulasi jumlah PMI yang pulang kampung karena telah habis masa kerjanya tersebut dilakukan secara bergelombang, terhitung mulai 1 Januari hingga 6 Februari 2022 kemarin.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh Disnakertrans Jateng, baik melalui  Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi maupun melalui Sistem Komputerisasi Badan Perlindungan Pekerja Miran Indonesia (SISKO BP2MI), ke-606 orang PMI pulang dari berbagai negara tujuan.

Rinciannya, dari negara Malaysia sebanyak 199 orang, Hongkong (139 orang), Singapura (94 orang), Taiwan (81 orang), negara Korea Selatan (42 orang). Sedangkan untuk tujuan kampung halaman para PMI ini merata di sejumlah kabupaten, yang meliputi Kabupaten Cilacap, Brebes, Kendal, Kebumen, dan Banyumas.

Dijelaskan, dengan adanya tempat karantina terpusat, diharapkan akan lebih aman jika dibandingkan dengan kepulangan para PMI asal Jateng pada 2020 lalu. Sebab pada 2020, kepulangan PMI bisa langsung dengan adanya penerbangan dari Singapura ke Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Pun halnya akses langsung menggunakan lalu lintas laut dari Pontianak langsung ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang langsung diarahkan ke karantina terpusat di kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng.

Insya Allah, ketika mereka masuk ke Jateng sudah aman karena telah melalui prosedur skrining PCR dan menjalani karantina terlebih dulu dengan diberikan surat keterangan karantina dan surat jalan,” tegas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement