Selasa 08 Feb 2022 19:23 WIB

Level PPKM Naik, Taman di Surabaya Kembali Ditutup

Sebelumnya masih ada delapan taman yang dibuka untuk kegiatan edukasi.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin
Warga mengunjungi Taman Bungkul, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/10/2021). Pemkot Surabaya mulai membuka delapan taman kota dari total 39 taman yang ada di Kota Surabaya bagi masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan ketat menyusul diterapkannya PPKM Level 1 di kota itu.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Warga mengunjungi Taman Bungkul, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/10/2021). Pemkot Surabaya mulai membuka delapan taman kota dari total 39 taman yang ada di Kota Surabaya bagi masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan ketat menyusul diterapkannya PPKM Level 1 di kota itu.

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Hebi Agus Djuniantoro mengungkapkan, level PPKM di Kota Pahlawan naik ke level 2 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 9 tahun 2022. Naiknya level PPKM tersebut membuat Pemkot Surabaya memutuskan untuk menutup kembali seluruh taman di Kota Pahlawan.

Hebi menyatakan, langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron lebih meluas. Hebi menjelaskan, sebelumnya masih ada delapan taman yang dibuka untuk kegiatan edukasi, meskipun ditutup untuk umum dan kegiatan rekreasi. Namun, setelah Surabaya memasuki PPKM level 2, taman di Surabaya ditutup semuanya tanpa terkecuali.

Baca Juga

“Saya sudah buat pengumuman penutupannya yang ditujukan kepada beberapa dinas terkait. Jadi, sehubungan dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 varian Omicron di Surabaya, dan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” kata Hebi di Surabaya, Selasa (8/2).

Hebi menjelaskan, di Surabaya terdapat 39 taman aktif dan 9 taman di antaranya sangat luas. Karenanya, untuk membatasi mobilitas dan pergerakan warga di area taman, maka semua taman itu harus ditutup.

 

“Tentu supaya penyebaran Omicron di Surabaya bisa semakin ditekan,” ujarnya.

Hebi memastikan pihaknya sudah membuat pengumuman di setiap taman terkait penutupan tersebut. Bahkan, nantinya akan ada petugas dari Satpol PP atau BPBD Surabaya yang menjaga taman tersebut. Tujuannya apabila ada warga yang masih berusaha main atau berkumpul di area taman bisa diingatkan.

“Meskipun semua taman ditutup, namun pemeliharaan tanaman di taman-taman itu akan tetap dilakukan seperti biasa. Para petugas dari DLH akan terus merawat taman itu supaya tetap hijau,” kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement