Rabu 09 Feb 2022 17:26 WIB

Sovlo Luncurkan kampanye Bangga Ilustrator Lokal

Sovlo menargetkan kolaborasi dengan 500 ilustrator dari seluruh penjuru negeri.

Brand fesyen terbaru karya anak bangsa dari Lotus Group yang lahir pada masa pandemi, Sovlo.
Foto: dokpri
Brand fesyen terbaru karya anak bangsa dari Lotus Group yang lahir pada masa pandemi, Sovlo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu industri kreatif yang turut meringis akibat pandemi ini adalah fesyen. Brand fesyen terbaru karya anak bangsa dari Lotus Group yang lahir pada masa pandemi, Sovlo, berusaha merespons situasi krisis ekonomi dengan optimisme. Lahir di tengah pandemi, Sovlo berhasil memikat perhatian para pecinta fesyen di dalam negeri. 

Melanjutkan kisah suksesnya, November silam, Sovlo meluncurkan kampanye Bangga Ilustrator Lokal yang diresmikan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Melalui kampanye yang rencananya berlangsung hingga penghujung 2022, Sovlo menargetkan berkolaborasi dengan setidaknya 500 ilustrator berbakat dari seluruh penjuru negeri. 

"Langkah kolaborasi dengan ilustrator yang dilakukan Sovlo selama ini sangat menggembirakan hasilnya. Selama ini pula kami melihat bahwa sangat banyak ilustrator Indonesia yang karyanya sangat bagus dan berpotensi. Kami ingin membuka pintu seluas-luasnya dan menjadi wadah bagi ilustrator lokal, agar karya mereka bisa menghasilkan, bahkan bisa menjadi sumber penghidupan, khususnya di masa pandemi ini," jelas CEO dan Founder Sovlo, Lidya Valensia di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

Sebagai produk karya anak bangsa, kata dia, Sovlo memiliki keleluasaan dan memilih untuk mengeksplorasi tema positif dan menguatkan, seperti Indonesian Strong Woman, Kembang Nusantara, dan Colorful Indonesia yang disukai konsumen, selain juga tema-tema unik dari para ilustrator yang sudah berkolaborasi.

"Untuk kolaborasi dengan para ilustrator, Sovlo memang menyarankan ilustrator yang bekerja sama untuk menggali inspirasinya dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dan semangat Keindonesiaan. Tujuannya agar karya-karya yang kami wujudkan menjadi produk, bisa dekat di hati masyarakat luas," kata Lidya.

Ilustrator yang berkolaborasi dengan bisa datang dari beragam latar belakang. Salah satunya adalah Joanne (Djoanneth), seorang arsitek di salah satu studio arsitektur di Jakarta. Perkenalan Joanne dimulai lewat Instagram, saat Sovlo sedang mengeksplorasi tema Colourful Indonesia.

"Ketika mulai kontak dengan Sovlo, saya diminta mengangkat tema Colorful Indonesia. Cukup luas dan memicu saya mencari hal baru di luar budaya, flora atau fauna. Akhirnya saya tertarik mengangkat tema pahlawan nasional, karena pahlawan memiliki latar belakang seperti suku, ras, dan agama yang berbeda-beda, tetapi punya satu tujuan untuk Indonesia. Jadi orang yang berjuang itu beragam. Dari situlah, saya menemukan Colourful Indonesia versi saya," katanya.

Mirip dengan pengalaman Joanne, Melissa (MelissaChaw13) juga menemukan Sovlo lewat Instagram. "Alasan saya mengajukan karya ke Sovlo karena baru pertama kali menemukan ada wadah bagi ilustrator lokal untuk mewujudkan karyanya menjadi produk," ucap Melissa yang tercatat sebagai mahasiswa ini.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement