Rabu 09 Feb 2022 18:29 WIB

Kemenag DIY Lepas Jamaah Umrah Pertama dalam Dua Tahun

Para jamaah sangat terharu hingga menitikkan air mata syukur.

Rep: My40/My41/ Red: Fernan Rahadi
Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah DIY melepas jamaah umrah untuk pertama kalinya dalam dua tahun, Selasa (8/2/2022) lalu. Pemberangkatan jamaah umrah dari Hasuna Tour tersebut dilakukan di pelataran keberangkatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo.
Foto: diy.kemenag.go.id
Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah DIY melepas jamaah umrah untuk pertama kalinya dalam dua tahun, Selasa (8/2/2022) lalu. Pemberangkatan jamaah umrah dari Hasuna Tour tersebut dilakukan di pelataran keberangkatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah DIY melepas jamaah umrah untuk pertama kalinya dalam dua tahun, Selasa (8/2/2022) lalu. Pemberangkatan jamaah umrah dari Hasuna Tour tersebut dilakukan di pelataran keberangkatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ahmad Fauzi, menyampaikan rasa syukur bahwa umrah sudah mulai dibuka bulan Desember 2021 yang lalu.

Menurut Fauzi, para jamaah sangat terharu hingga menitikkan air mata syukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang selalu berupaya melindungi keselamatan warga negara, walau harus dengan pembatasan berbagai kegiatan termasuk ibadah haji dan umrah ini. 

"Jamaah minta didoakan agar selalu sehat dan lancar dalam menjalani ibadah umrah, sehingga pemerintah Arab Saudi berkenan untuk membuka penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022/1443H untuk warga Indonesia," katanya, Rabu (9/2/2022).

 

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah mengapresiasi kedisiplinan jemaah umrah Indonesia. Fauzi mengimbau para jamaah untuk tetap menaati protokol kesehatan dan mematuhi ketentuan regulasi yang berlaku, baik di tanah air maupun di Arab Saudi. Para jamaah diharapkan juga bisa bisa berlaku disiplin dan menjaga nama baik Indonesia.

"Ini sangat penting karena umrah ini akan menjadi acuan dalam penentuan kebijakan penyelenggaraan haji yang akan datang," kata Fauzi.

Sementara itu General Manager Garuda Indonesia Yogyakarta, Dian Ediono dalam sambutannya merasa berbangga karena maskapai Garuda Indonesia dipercaya untuk melayani jemaah umrah. "Ini merupakan keberangkatan pertama jemaah umrah dari Yogyakarta menggunakan Garuda Indonesia setelah dua tahun tidak ada pemberangkatan," jelasnya. 

Ia berharap para jemaah mampu mensyukuri kesempatan yang ada dan bisa melaksanakan ibadah umrah dengan baik kembali ke tanah air dengan keimanan lebih kuat.

Sebagai informasi jamaah umrah dari Hasuna Tour/PT Citra Wisata Dunia ini berjumlah 47 orang karena tiga dari 50 jemaah yang semula akan diberangkatkan, menunda keberangkatannya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement