Selasa 15 Feb 2022 16:45 WIB

Unik, Yudisium FKIP UMP Kenakan Pakaian Adat

Semua lulusan FKIP UMP diharapkan bisa menjadi guru yang berkualitas.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Wisudawan/wisudawati FKIP UMP mengenakan pakaian adat saat yudisium di auditorium kampus utama UMP.
Foto: Dokumen.
Wisudawan/wisudawati FKIP UMP mengenakan pakaian adat saat yudisium di auditorium kampus utama UMP.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Ada yang berbeda dari gelaran yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah, periode 2022. Para calon wisudawan/wisudawati dan seluruh peserta mengenakan baju adat Jawa di auditorium kampus utama UMP, Sabtu (12/2) lalu.

“Kami, saya dekan dan wakil dekan, anggota senat berembuk bersama, karena kami itu menempati Pulau Jawa maka kami itu wajb hukumnya untuk menghormati untuk menghargai untuk mengulik-ulik budaya, jadi bukan karena kami orang Jawa semata,” ujar Dekan FKIP, Eko Suroso, Senin (14/2).

Dalam sambutannya, Eko Suroso berharap agar semua lulusan FKIP UMP bisa menjadi guru yang berkualitas, berkarakter, tidak mudah ikut-ikutan, dan tetap berpegang teguh pada kitab suci Alquran.

“Jadilah guru-guru yang berkualitas, punya karakter kuat, tidak usah ikut-ikutan negara manapun, boleh kita ikuti, asal itu sesuai dengan kitab suci kita Alquran, kalau tidak sesuai tidak usah kita ikuti,” jelasnya.

 

Jika ragu terhadap sesuatu, lanjut Eko, diam jangan putuskan sesuatu, tetapi jika sudah mantap dengan alasan-alasan yang kuat, maka putuskan.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Prodi PGPAUD Iwan Kurniawan dalam sambutannya mengatakan tumbuh dan berkembang itu tidak searti, tapi saling bersinergi, jangan berhenti sampai di sini.

“Pertumbuhan dan perkembangan itu tidak sedefinisi, tidak searti namun seling bersinergi, pertumbuhan menyangkut ukuran, kuantitas, sementara perkembangan menyangkut fungsi, kegunaan, dan kualitas,” jelasnya.

Menurutnya, organ tangan bisa jadi sudah berhenti bertumbuh, namun jangan hentikan perīkembangannya. Jangan hentikan fungsinya dengan tetap berjuang keras dan berupaya tetap memberikan fungsi terbaik bagi kehidupan.

“Organ otak kita bisa jadi tidak berkembang ukuran kapasitasnya, namun jangan hentikan fungsi pemikirannya, perbaiki dan tingkatkan setiap hari hingga bener-benar menjadi dewasa yang banyak arti,” ujarnya.

Iwan juga menyampaikan, UMP semakin mendunia, akan menjadi jajaran elite ranking dunia. “FKIP menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan, dan itu akan terjadi di saat kita sudah menjadi mantan. Namun bagaimanapun nama UMP selalu terpatri, nama FKIP selalu tertanam meskipun akan dilabeli kata mantan,” jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement