Senin 21 Feb 2022 09:03 WIB

Pariwisata Berbasis Kewarganegaraan Ekologis Dikembangkan di Kulonprogo

Kewarganegaraan ekologis jadi pendorong perilaku pro-lingkungan individu.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Suasana di sekitar Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo, DIY.
Foto: Dokumen
Suasana di sekitar Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo, DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO -- Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo, DIY, belakangan jadi tujuan wisata sekaligus wahana edukasi tentang bahari. Namun, pengelolaan dan pelayanan pariwisata belum berjalan secara optimal seperti masih banyak ditemukan sampah.

Baik sampah plastik maupun sampah organik. Ada pula fasilitas umum yang belum lengkap seperti kamar mandi yang belum layak dan tempat makan yang belum nyaman. Sehingga, menjadikan tempat tersebut masih jarang dikunjungi para wisatawan.

Maka itu, perlu solusi mewujudkan pentingnya pengembangan pariwisata berbasis kesadaran masyarakat dan wisatawan agar kelestarian tetap terjaga. Ini mendorong kepedulian sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Khususnya, untuk melakukan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat guna membentuk pariwisata berbasis civic ecology mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Tanjung Adikarto. Melibatkan batasan hak dan tanggung jawab moral manusia dan alam.

Yang mana, eksplisit menggambarkan kesadaran konsekuensi lingkungan. Ada Bagas Primandaru, Siwi Lestari dan Mohammad Charis Azizur Rohman Zamzami (Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum), Reza Ainur Rizky dan Hestin Ayunitia (Pendidikan IPS).

"Wawasan pendidikan lingkungan sangat penting untuk diimplikasikan dalam rangka memperluas pembelajaran kewarganegaraan dari lokal menuju global," kata Bagas, Ahad (20/2).

Kewarganegaraan ekologis ini disarankan jadi pendorong perilaku pro-lingkungan individu. Memberi fondasi yang lebih stabil untuk perubahan gaya hidup dibanding andalkan alat kebijakan eksternal dan perilaku ramah lingkungan dalam aktivitas.

Kegiatan dilaksanakan di Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kulonprogo, lewat pelatihan dan kegiatan lapangan. Meliputi tahap perkenalan, memberikan pemahaman tentang pentingnya civic ecology dalam pengelolaan.

Hal ini untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan bagi masyarakat Karangwuni. Dilakukan introduction trush, edukasi pentingnya pengelolaan sampah dan benefits trush untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan sampah.

Kegiatan edukasi ke anak-anak sekitar Tanjung Adikarto dalam penanaman karakter peduli lingkungan berupa lomba-lomba turut dilakukan. Selain itu, ada kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon cemara di sekitar daerah Tanjung Adikarto.

Ada pula Gerakan Sadar Lingkungan berupa kegiatan senam bersama tentang sadar lingkungan, bersih-bersih pantai dan edukasi penting civic ecology bagi wisatawan. Puncak acara ada Festival Civic Ecology Tourism dengan pentas seni dan budaya.

"Harapannya, kegiatan ini meningkatkan kesadaran lingkungan hidup masyarakat sekaligus mengenalkan dan mempromosikan destinasi pariwisata berbasis civic ecology di Tanjung Adikarto," ujar Bagas.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement