Selasa 22 Feb 2022 15:49 WIB

Pengguna Jalan Keluhkan Kemacetan Akibat Aksi Awak Truk di Ungaran

Kepadatan arus lalu lintas mulai terjadi selepas ruas Jalan Wurjanto.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Sejumlah truk yang akan menggelar aksi protes atas kebijakan penindakan truk Over Dimension Over Load (ODOL) tampak memadati jalur arah Semarang, di ruas Jalan Gatot Subroto, di kawasan Taman Unyil, Ungaran, Kabupaten Semarang.
Foto: Republika/bowo pribadi
Sejumlah truk yang akan menggelar aksi protes atas kebijakan penindakan truk Over Dimension Over Load (ODOL) tampak memadati jalur arah Semarang, di ruas Jalan Gatot Subroto, di kawasan Taman Unyil, Ungaran, Kabupaten Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Aksi para pengemudi dan awak truk angkutan barang yang dilakukan serentak pada Selasa (22/2/2022) dikeluhkan masyarakat pengguna jalan. Pasalnya, ratusan truk memenuhi jalur utama dari arah Ungaran menuju Semarang ini menyebabkan ketersendatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

Dampak dari ratusan truk yang memenuhi jalan utama menuju batas Kota Ungaran dengan Kota Semarang mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Bawen menuju Kota Semarang mengakibatkan sejumlah ruas jalan, termasuk jalur alternatif di Ungaran terjadi kemacetan.

Salah seorang pengguna jalan, Maria Novena (26), mengaku terjebak kemacetan di beberapa ruas jalan saat berangkat kerja dari kawasan Gunungpati menuju ke Ungaran. Kepadatan arus lalu lintas mulai terjadi selepas ruas Jalan Wurjanto, tepatnya di ruas Jalan Patimura.

Saat mengambil arah ruas Jalan Ki Sarino Mangunpranoto arus lalu lintas sudah tersendat. Upaya demi untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas, ia pun berupaya mengalihkan arah dan mengakses ruas Jalan KH Hasyim Asyari.

“Namun ruas Jalan KH Hasyim Asyari juga tersendat hingga ke Simpang Kerkop atau pertemuan dengan ruas Jalan Gatot Subroto, Ungaran. Karena banyaknya pengguna jalan yang mencoba menghindari jalur utama Jalan Gatot Subroto,” jelasnya.

Mestinya, lanjut Maria, aksi truk juga memberikan kesempatan kepada pengguna jalan yang lain agar lalu lintas tetap mengalir. “Sehingga para pengguna jalan yang lain tidak dirugikan, kasihan mereka yang ingin segera tiba di kantor atau tempatnya bekerja,” tegasnya.

Terkait keluhan para pengguna jalan ini, Koordinator Wilayah Salatiga, Ari Kurniawan mengungkapkan, ratusan truk memang membuat antrean panjang dan sangat banyak hingga memenuhi dua lajur jalan menuju Kota Semarang.

Karena banyaknya awak truk dan kendaraan yang akan ikut aksi, rombongan truk angkutan barang ini menghindari jalur jalan yang kapasitasnya terbatas. “Jangankan lewat Gunungpati yang merupakan jalan provinsi, di jalan utama (jalan nasional) ini saja sudah bikin macet,” kata dia.

Makanya, lanjut Ari, sejak awal berharap rombongan truk ini dikawal oleh aparat kepolisian, sehingga pergerakan menuju Kota Semarang bisa teratur satu per satu dan tidak memenuhi kedua lajur.

Deengan begitu, pengguna jalan yang lain masih bisa menikmati perjalanannya. Terkait dengan pemberhentian rombongan di kawasan batas kota tersebut, sebenarnya para awak truk juga menunggu instruksi dari aparat kepolisian.

“Kita mau diatur bagaimana pun OK, tetapi kita pun juga harus mendengarkan keinginan rekan-rekan awak truk lainnya untuk berhenti sambil menunggu rombongan yang lain terkumpul,” tegasnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement