Selasa 01 Mar 2022 08:30 WIB

Resmi, Ukraina Ajukan Permohonan Keanggotaan Uni Eropa

UE belum pernah memberikan bantuan militer ke negara yang terlibat perang aktif.

Rep: Reuters/Kamran Dikarma/ Red: Fernan Rahadi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Zelenskiyy mengajak semua rakyat Ukraina untuk siap membela negara mereka dari pasukan Rusia yang merangsek maju.
Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Zelenskiyy mengajak semua rakyat Ukraina untuk siap membela negara mereka dari pasukan Rusia yang merangsek maju.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah resmi menandatangani aplikasi keanggotaan negaranya ke Uni Eropa (UE), Senin (28/2). Momen penandatanganan berlangsung saat delegasi Ukraina dan Rusia bertemu di perbatasan Belarusia untuk membahas perselisihan antara kedua negara.

"Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, baru saja menandatangani dokumen bersejarah; permohonan Ukraina untuk keanggotaan Uni Eropa. Kejayaan bagi Ukraina," kata wakil kepala kantor kepresidenan Ukraina, Andriy Sybiha, lewat akun Twitter pribadinya.

Dalam cicitannya, Sybiha turut mengunggah foto momen saat Zelensky menandatangani dokumen aplikasi keanggotaan Uni Eropa. Menurut Sybiha, dokumen-dokumen tersebut sedang dalam perjalanan ke markas Uni Eropa di Brussels, Belgia.

Zelensky memang telah meminta agar Ukraina dirangkul menjadi anggota Uni Eropa. “Tujuan kami adalah untuk bersama dengan semua orang Eropa dan, yang paling penting, berada pada pijakan yang sama. Saya yakin itu adil. Saya yakin itu mungkin,” ucapnya dalam sebuah pidato video.

Sebelumnya Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan dukungan bagi Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa. Dia menyebut negara yang sedang menghadapi ancaman Rusia itu sebagai salah satu dari perhimpunan Benua Biru.

"Memang, seiring berjalannya waktu, mereka (Ukraina) menjadi milik kami. Mereka adalah salah satu dari kami dan kami ingin mereka masuk (ke Uni Eropa)," kata von der Leyen dalam sebuah wawancara dengan Euronews, Ahad (28/2).

Pernyataan von der Leyen itu dibuat beberapa jam setelah 27 negara anggota Uni Eropa memutuskan untuk pertama kalinya dalam sejarah untuk memasok persenjataan ke Ukraina. Sebelumnya, Uni Eropa belum pernah memberikan pasokan atau bantuan militer ke negara yang terlibat konflik aktif. Seorang sumber mengungkapkan, Uni Eropa akan mengirim persenjataan senilai 450 juta euro ke Ukraina. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement