Senin 07 Mar 2022 19:18 WIB

Survei: Hampir 50 Persen Wanita Asia Kurang Percaya Diri

Hampir setengah dari wanita tidak merasa puas dengan kemajuan karier mereka.

Wanita karier (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Wanita karier (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang International Women’s Day, Watsons merilis hasil survei regional dari 'Women's Confidence Survey in Asia' (Wise). Empat temuan utama adalah pertama, hampir 50 persen wanita di Asia merasa tidak percaya diri.

Kedua, hampir 50 persen tidak merasa puas dengan kemajuan karier mereka. Ketiga, sebagian besar wanita merasa sulit untuk mengurus pekerjaan dan keluarga, yang mana lebih dari 70 persen menganggapnya sebagai tantangan untuk menyeimbangkan dua peran. Keempat, dukungan mentoring dan seminar tentang manajemen stres dan kesuksesan karier adalah dukungan utama yang dibutuhkan wanita.

Menurut CEO AS Watson (Asia & Eropa), Malina Ngai, Watsons telah memiliki hubungan yang mendalam dengan wanita selama lebih dari 180 tahun. "Kami percaya bahwa versi terbaik dari Anda dan kecantikan sejati Anda harus terpancar dari dalam. Kepercayaan diri adalah bagian penting dari inner beauty dan itulah yang membuat Anda merasa baik serta memberikan dampak yang positif pada kesejahteraan mental," katanya dalam siaran pers, Senin (7/3/2022).

Itulah sebabnya Watsons baru-baru ini menunjuk Wise untuk melakukan survei tentang kepercayaan diri wanita di Asia untuk mengetahui jenis dukungan yang dibutuhkan wanita agar merasa lebih percaya diri dan membantu mereka menjadi versi yang lebih baik dari diri mereka sendiri.

 

'Women's Confidence Survey in Asia' telah dilakukan dengan lebih dari 3.100 wanita berusia 20-29 di enam negara termasuk Cina, Hong Kong, Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Responden diminta untuk menilai tingkat kepercayaan diri mereka dan hal-hal apa saja yang dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Survei menunjukkan bahwa hampir setengah dari semua wanita di Asia tidak percaya diri terhadap diri mereka sendiri di tempat kerja dan dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat kepercayaan diri wanita paling rendah di Hong Kong, diikuti oleh Thailand, Singapura, Filipina, Indonesia, dan Cina. Survei lebih lanjut mengungkapkan bahwa tetap sehat luar dan dalam, serta mendapatkan pengakuan dari rekan kerja adalah kunci untuk membantu wanita mendapatkan kepercayaan diri.

Dalam hal tempat kerja, hasilnya menunjukkan bahwa hampir setengah dari wanita tidak merasa puas dengan kemajuan karier mereka, dengan tingkat kepuasan paling rendah di Hong Kong di antara semua pasar.

Hampir setengah dari responden merasa stres di dalam lingkungan kerja dengan gender yang tidak seimbang dan menganggap bahwa kesetaraan gender penting di tempat kerja untuk membuat wanita merasa baik dan nyaman. Lebih dari 30 persen tidak memiliki cukup dukungan dari perusahaan mereka. Dukungan teratas yang mereka cari adalah dukungan mentoring, seminar tentang manajemen stres dan kesuksesan karier, serta acara-acara networking.

Selain itu, perubahan sosial di pasar Asia yang berarti lebih banyak wanita berpendidikan tinggi tetapi tidak mendapatkan dukungan yang tepat dalam memajukan karier mereka. 70 persen dari responden adalah lulusan universitas dan 95 persen percaya bahwa mereka mampu menonjol dalam karier mereka. Namun sebagian besar wanita merasa sulit untuk menonjol di tempat kerja sekaligus mengurus keluarga dan 76 persen dari mereka menganggap itu adalah tantangan dalam menyeimbangkan peran keduanya.

Ngai melanjutkan, survei menunjukkan bahwa tempat kerja yang adil, mendukung, dan family-friendly adalah hal yang dibutuhkan wanita saat ini dan kami ingin mengarah kearah sana dengan memberi contoh. 

Watsons yang telah beroperasi di 11 pasar di Asia, dengan 77 persen wanita dari 63 ribu tenaga kerja kami. Oleh karena itu, merupakan komitmen berkelanjutan Watsons untuk menciptakan budaya yang membuat setiap orang merasa diterima, dihargai, diapresiasi dan mendorong mereka dengan sepenuh hati dalam bekerja, dan masing-masing dari mereka diberi kesempatan dalam pengembangan karier yang sama.

"Sebagai perusahaan yang family-friendly, kami mendorong lebih banyak perusahaan untuk bergabung dengan kami dalam merumuskan kebijakan untuk mendukung dan memberdayakan perempuan, terutama membantu para ibu yang bekerja untuk mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement