Jumat 11 Mar 2022 14:47 WIB

Revitalisasi Transmigrasi Dianggap Solusi Percepatan Pemulihan Ekonomi

Transmigrasi mampu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Foto: Dokumen.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendukung upaya pemerintah merevitalisasi program transmigrasi. Menurutnya, transmigrasi dapat menjadi solusi bagi upaya pembauran serta mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran, serta permukiman.

Transmigrasi juga disebutnya menjadi salah satu cara untuk mempercepat pemulihan ekonomi. "Insya Allah, Provinsi Jawa Timur siap menyukseskan kebijakan revitalisasi tranmigrasi ini," kata Khofifah, Jumat (11/3/2022).

Ia menyatakan, secara faktual transmigrasi mampu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru yang mendorong aktivitas sosial ekonomi. Dengan revitalisasi transmigrasi, tambah Khofifah, permasalahan sosial seperti kehidupan kumuh di kota-kota besar bisa teratasi.

"Pun laju urbanisasi bisa ditekan dan keinginan masyarakat untuk bekerja menjadi TKI ke luar negeri juga berkurang," ujarnya. Khofifah menyampaikan, pekerjaan rumah lain yang harus diselesaikan pemerintah agar program transmigrasi berjalan sesuai jalur adalah dengan berusaha mengubah stigma atau pandangan kurang produktif mengenai program tersebut.

 

Di mana masih banyak yang beranggapan transmigran adalah orang buangan. Selain itu, kata dia, program ini kerap dianggap sebagai memindahkan konsentrasi kemiskinan dari satu wilayah ke wilayah lain. Bahkan ada yang menganggap transmigrasi hanya sebagai beban pembangunan bagi pemerintah daerah usai penyerahan.

Khofifah mengatakan, sudah selayaknya transmigrasi tidak lagi didefinisikan sebagai program pemerintah memindahkan warga dari satu daerah ke daerah lainnya. Lebih dari itu, para transmigran juga harus disertai pembekalan dan pendampingan keterampilan, teknologi, dan penyiapan pasar.

"Dengan begitu, para transmigran tidak malah menjadi persoalan baru dan beban bagi daerah lain. Sebaliknya, melalui ketersediaan lahan, fasilitas pertaniaan yang memadai, dan teknologi kekinian di kawasan trasnmigrasi, bisa membantu mempercepat pemerataan pembangunan di daerah," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement