Senin 21 Mar 2022 15:15 WIB

Pelonggaran PPDN Belum Dongkrak Kunjungan Wisata Candi Gedongsongo

Dimungkinkan banyak masyarakat yang masih takut untuk liburan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Ilustrasi pengunjung daya tarik wisata (DTW) Candi Gedongsongo, di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Pengelola DTW ini mengakui pelonggaran PPDN belum berpengaruh bagi kunjungan wisata di kawasan Candi Gedongsongo.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Ilustrasi pengunjung daya tarik wisata (DTW) Candi Gedongsongo, di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Pengelola DTW ini mengakui pelonggaran PPDN belum berpengaruh bagi kunjungan wisata di kawasan Candi Gedongsongo.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Pelonggaran  yang diberikan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) rupanya belum mampu mendongkrak animo kunjungan di daya tarik wisata (DTW) yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Tengah.

Setidaknya ini diakui oleh pengelola DTW Candi Gedongsongo, salah satu tempat tujuan wisata  yang dikelola oleh Dinas Pariwisata (Disparta) setempat. “Belum banyak pengaruhnya pelonggaran PPDN bagi kunjungan di Candi Gedongsongo,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Candi Gedongsongo, Siyamto, Senin (21/3/2022).

Menurutnya, pengunjung pariwisata di Candi Gedongsongo belum kembali stabil dan dimungkinkan banyak masyarakat yang masih takut untuk liburan, kendati berbagai upaya pencegahan seperti penerapan PeduliLindungi dan vaksinasi tenaga pelayan pariwisata sudah lengkap.

Masih adanya ketakutan masyarakat untuk berlibur dikarenakan informasi dan sosialisasi keamanan aktivitas wisata yang dilakukan oleh Pemkab Semarang belum bisa diserap secara meyeluruh. Ia juga menengarai, situasi ini juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi finansial yang belum sepenuhnya pulih.

 

“Sehingga pengunjung ke Candi Gedongsongo sampai hari ini belum pulih 100 persen,” jelasnya. Untuk rata-rata kunjungan ke Candi Gedongsongo, saat ini masih berkisar antara 200 hingga 500 orang.

Jumlah wisatawan ini akan meningkat pada hari akhir pekan, Ahad, serta hari libur nasional. Pada akhir pekan, Ahad, dan hari libur nasional, jumlah wisatawan yang berkunjung ke DTW  Candi Gedongsongo rata-rata bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 orang. “Sehingga relatif lebih banyak, meski belum bisa kembali seperti 2019,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan, sejumlah promosi dan atraksi wisata juga coba digelar di kompleks Candi Gedongsongo, namun animonya juga masih terbatas karena kebijakan PPKM leveling di Kabupaten Semarang.

Seperti saat ini, Kabupaten Semarang juga mesih berstatus daerah PPKM Level 3. Sebentar lagi juga segera masuk bulan suci Ramadhan, maka bulan ini sampai dengan Ramadhan nanti diperkirakan masih sepi.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, pada Lebaran nanti kunjungan wisatawan dapat dipastikan akan melonjak di Candi Gedongsongo ini. “Harapannya bisa meningkatkan pada saat masa libur Lebaran nanti,” tegas Siyamto.

Masih dalam rangka mengupayakan kebangkitan di sektor pariwisata, ia juga berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah maupun pemerintah pusat melalui Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) juga membantu.

Misalnya melalui bantuan stimulus untuk memulihkan perekonomian di sektor pariwisata yang ada di kawasan Candi Gedongsongo, baik berupa pemberian kredit lunak bagi para pekerja wisata maupun UMKM wisata.

“Karena selama kegatan pariwisata terpuruk akibat pandemi Covid-19, para pelaku usaha pariisata dan UMKM di kawasan Candi Gedongsongo juga terdampak dan hingga saat ini juga belum pulih,” lanjut dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement