Selasa 22 Mar 2022 17:45 WIB

Pemkab Semarang Longgarkan Ketentuan PPKM Sektor Pariwisata

Monitoring dari Satgas Covid-19 tetap berjalan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha
Foto: Bowo Pribadi
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Tengah, terus berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan UMKM yang dua tahun terakhir terpuruk akibat pandemi Covid-19. Selain memberikan kelonggaran secara bertahap bagi kegiatan pariwisata, pemkab juga mendorong sosialisasi dan edukasi dalam mengoptimalkan kebangkitan ekonomi pendukung pariwisata.

“Termasuk melalui kegiatan Kabupaten Semarang Carnival 2022 yang menjadi salah satu uji coba pembukaan kegiatan wisata destinasi Bukit Cinta,” ungkap Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, di sela acara Kabupaten Semarang Carnival 2022 dalam rangka HUT Kabupaten Semarang yang dipusatkan di objek wisata Bukit Cinta, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (22/3/2022).  

Akibat pandemi Covid-19, jelas Ngesti, dalam dua tahun terakhir tempat wisata di Kabupaten Semarang memang harus buka-tutup karena kebijakan PPKM. Sehingga dampak ekonomi bagi para pekerja wisata juga cukup terasa.

Saat ini, jelasnya, kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang kembali menurun drastis dan hanya ada 103 pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

 

Terkait dengan upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata, Pemkab Semarang pelan-pelan dan secara bertahap terus memberikan pelonggaran kepada pengelola wisata terkait dengan pembatasan jumlah pengunjung.

Kalau sebelumnya semua tempat wisata dibatasi hanya 25 persen dari total kapasitas pengunjung, kemudian ditambah menjadi 50 persen dari total kapasitas pengunjung. Sekarang mulai dicoba buka 100 persen dari kapasitas penunjung.

“Dengan catatan baik pengelola tempat wisata maupun pengunjung bisa sama-sama mematuhi dan menaati protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sesuai regulasi pemerintah. Monitoring dari Satgas Covid-19 tetap berjalan,” tegasnya.

Melalui kiat ini, lanjut bupati, diharapkan sektor pariwisata kembali bangkit, UMKM bangkit, dan perekonomian masyarakat juga kembali bergerak bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.

Ia juga menyampaikan, destinasi wisata di Kabupaten Semarang ada 50-an lebih. Dengan adanya acara Kabupaten Semarang Carnival 2022 ini, sekaligus untuk mencoba membuka tempat wisata dengan penataan menyesuaikan situasi pandemi.

Harapannya pembukaan tempat-tempat wisata akan optimal untuk mendorong kebangkitan sektor pariwisata maupun UMKM dan usaha kreatif lainnya dalam mendukung pariwisata di Kabupaten Semarang.

Upaya melalui promo daya tarik wisata (DTW) juga terus digenjot agar masyarakat luas juga mengetahui kegiatan pariwisata mulai berangsur pulih setelah kasus pandemi terus menunjukkan tren penurunan.

Pemkab Semarang tidak hanya mempromosikan potensi wisata yang ada namun juga berbagai sarana dan fasilitas pendukung kegiatan pariwisata lainnya.

Sehingga para wisatawan yang datang tidak sekadar mampir untuk menikmati berbagai tempat wisata, namun juga stay (menginap) dan tinggal beberapa waktu dan belanja beragam produk UMKM dan usaha kreatif.

“Pemkab Semarang juga melakukan berbagai edukasi kepada para stakeholder pariwisata agar kegiatan pariwisata semakin menarik dan lebih berkembang lagi setelah sempat terpuruk akibat pandemi,” tegas Ngesti.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement