Selasa 05 Apr 2022 16:02 WIB

Mahasiswa UGM Kembangkan Pemantau Kesehatan 24 Jam Berbasis Digital

Aplikasi vital sense merupakan inovasi dari fungsi monitor pasien.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Mahasiswa Program Spesialis FKKMK UGM berhasil mengembangkan aplikasi Vital Sense.
Foto: Dokumen
Mahasiswa Program Spesialis FKKMK UGM berhasil mengembangkan aplikasi Vital Sense.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Mahasiswa Program Spesialis FKKMK UGM Yogyakarta mengembangkan aplikasi Vital Sense. Ini merupakan sebuah perangkat medis yang digunakan untuk memantau tanda-tanda vital pasien di rumah dengan didukung oleh program kecerdasan buatan (AI).

Alat ini menghubungkan pengawasan langsung oleh dokter 24/7 dalam mengkaji sistem peringatan dini dan skor peringatan obstetrik dini yang dimodifikasi. Menghubungkan dengan rekomendasi arah layanan yang dilanjutkan untuk dituju.

Aplikasi ini berhasil meraih penghargaan Top Five Health Innovation Sprint Accelerator 2022 dari Kementerian Kesehatan pada 24 Maret lalu. Aplikasi ini dikembangkan dua orang mahasiswa dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi.

Terdiri dari mahasiswa spesialis obstetri dan ginekologi FK-KMK UGM, dr Wiskara Jatipradresthya dan dr Kuky Cahya Hamurajib. Lalu, dr Irwan Taufiqur Rachman selaku konsultan fetomaternal RSUP dr Sardjito untuk pengembangan riset alat.

 

Wiskara mengatakan, pengembangan aplikasi berbasis digital ini berangkat dari pengalaman mahasiswa untuk melakukan diagnosa terhadap pasien. Alat didasarkan dari hasil pencatatan-pencatatan dari monitor alat vital kepada tubuh pasien.

"Semua berangkat dari pengalaman kami di pelayanan serta arahan dari guru kami, tidak ada yang tiba-tiba terjadi, dan pentingnya fungsi pengawasan dalam dunia kesehatan," kata Wiskara, Selasa (5/4/2022).

Aplikasi vital sense merupakan inovasi dari fungsi monitor pasien, pemantauan tanda tanda vital secara berkelanjutan, terus menerus dan tercatat dalam waktu 24 jam. Vital Sense didesain agar dapat melakukan pengawasan tanda-tanda vital.

Seperti tekanan darah, nadi, laju nafas, saturasi, suhu badan sampai gula darah dan kadar Hb dapat dimonitor secara langsung dan terus menerus ke Cloud. Dengan pengolahan AI sebagai data obyektif melengkapi data subjektif dari telemedicine.

Pengembangan alat ini tidak mudah dan tidak singkat. Banyak sekali aturan-aturan dan syarat-syarat dalam pengembangan yang standar dan perlu melewati uji klinis sesuai etik penelitian. Saat ini, mereka memasuki tahap penelitian pre klinik.

"Untuk terus melakukan validasi hipotesis kami pada pelayanan. Harapannya, Vital Sense terus dikembangkan ke tahap lebih lanjut untuk mendapatkan dukungan lebih masyarakat dalam tahap-tahap setelahnya sampai nanti diterapkan," ujar Wiskara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement