Senin 18 Apr 2022 15:38 WIB

Bocah Tenggelam di Dam Mrican Ditemukan 5,5 KM dari Lokasi Kejadian

Di hari kedua pencarian korban, search and rescue (SRU) dibagi menjadi tiga tim.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Korban tenggelam (ilustrasi).
Foto: Antara
Korban tenggelam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Tim SAR gabungan menemukan bocah delapan tahun yang tenggelam di Dam Mrican, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (18/4/2022). Korban ditemukan dengan jarak 5,5 kilometer dari lokasi kejadian.

Korban ditemukan setelah dilakukan dua hari pencarian, yang mana korban tenggelam di Dam Mrican pada Sabtu (16/4/2022) lalu. Dantim Basarnas Yogyakarta, Dhedy Prasetya mengatakan, korban tepatnya ditemukan di Jembatan Mintoragan, Banguntapan, Kabupaten Bantul.

"Usaha tim SAR gabungan dalam operasi SAR 1 orang hanyut di Dam Mrican, akhirnya membuahkan hasil menemukan korban atas nama Fabian Noval Asizan, warga Patalan RT 04/RW 08 Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta," kata Dhedy kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

Pencarian korban sendiri dimulai sejak Ahad (17/4/2022), setelah tim SAR menerima informasi hilangnya korban. Di hari kedua pencarian korban, search and rescue (SRU) dibagi menjadi tiga tim.

 

"Untuk area pencarian kami perluas hingga radius tiga kilometer," ujarnya. Pencarian di hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB. SRU 1 melaksanakan pencarian dengan menggunakan peralatan aqua eye dan penyelaman di area satu kilometer dari lokasi kejadian.

Sedangkan, SRU 2 melakukan penyisiran di kawasan sungai dengan body rafting. SRU 2, katanya, mulai melakukan pencarian dari Dam Mrican ke selatan hingga Jembatan Ringroad Selatan, kurang lebih dua kilometer dari lokasi.

SRU 3, melaksanakan penyisiran di area sungai ke arah selatan, dengan fokus pencarian di dapuran bambu yang melintang ke sungai. SRU 3 ini melakukan pencarian kurang lebih dua kilometer dari Jembatan Ringroad Selatan.

Korban ditemukan oleh SRU 3 sekitar pukul 11.40 WIB. Korban ditemukan tersangkut di bawah Jembatan Mintoragan. Setelah dievakuasi, korban pun langsung dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta.

Cuaca saat pencarian korban juga cerah dan mendukung untuk dilakukannya pencarian. "Korban dibawa ke RS Wirosaban (RSUD Kota Yogyakarta) sebelum diserahkan ke keluarga korban untuk dimakamkan," kata Humas Kantor Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto.

Dengan ditemukannya korban, Pipit menyebut, operasi SAR pun ditutup. Dengan begitu, katanya, semua unsur yang terlibat dalam melakukan pencarian ini dikembalikan ke satuannya masing-masing.

"Kepada segenap jajaran dan potensi SAR yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR disampaikan ucapan terima kasih," ujar Pipit.

Seperti diketahui, korban mulai meninggalkan rumah sekitar pukul 14.30 WIB, Sabtu (16/4). Dari keterangan saksi, Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta, Lalu Wahyu Effendi mengatakan, korban sempat pulang ke rumah untuk minta uang saku ke kakak korban, namun tidak diberikan.

Kemudian, korban bermain bersama dua orang temannya, pergi membawa sepeda. Sepeda korban pun ditemukan di angkringan yang berada di dekat lokasi korban bermain yakni sekitar pukul 19.30 WIB. Hingga pukul 00.27 WIB pada Ahad (17/4/2022), korban masih belum pulang ke rumah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement