Senin 25 Apr 2022 15:56 WIB

Terminal Bulupitu Lengang, Puncak Arus Mudik Diprediksi 29 April

Beberapa calon penumpang memilih mudik lebih awal.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Calon penumpang mengecek papan pengumuman di Terminal Bulupitu Purwokerto.
Foto: Dokumen
Calon penumpang mengecek papan pengumuman di Terminal Bulupitu Purwokerto.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO  -- Sepekan sebelum Lebaran Idul Fitri, sudah terlihat sejumlah calon penumpang atau pemudik angkutan umum di Terminal Bulupitu Purwokerto, Jawa Tengah. Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi pada 28 April hingga 1 Mei 2022 mendatang.

Terpantau sejumlah calon penumpang atau pemudik yang datang dan menunggu bus di ruang tunggu Terminal Bus Bulupitu, Purwokerto, Senin (25/4/2022). Ada juga yang tengah memeriksa barang bawaan mereka saat menunggu kedatangan bus.

Beberapa calon penumpang yang memilih mudik lebih awal ke sejumlah kota tujuan beralasan untuk menghindari kemacetan dan penumpukkan penumpang. Seperti yang dikemukakan oleh Salimah (50 tahun), pemudik asal Jakarta Timur yang akan ke Cilacap.

"Saya sengaja balik lebih awal, awalnya mau bareng dengan anak saya.  Tapi saya disuruh pulang duluan supaya tidak terlalu padat," kata Salimah, Senin (25/4/2022).

 

Kepala Terminal Bulupitu Purwokerto, Bayu Setiawan mengatakan, saat ini memang belum terjadi lonjakan penumpang. "Kemungkinan pada Jumat (29/4/2022) baru ada kenaikan secara signifikan karena sudah libur sekolah dan cuti pegawai," kata Bayu.

Saat ini syarat naik kendaraan umum masih sama seperti sebelumnya. Bagi calon penumpang yang sudah vaksin booster dapat naik bus tanpa syarat. Bagi yang sudah vaksin kedua disarankan agar dapat juga melampirkan hasil antigen atau PCR, sedangkan dosis 1 wajib melampirkan hasil tes PCR.

Untuk persyaratan ini, Terminal Bulupitu juga menyediakan vaksinasi di tempat dengan menyiagakan petugas dari puskesmas untuk melayani vaksinasi calon penumpang.

"Sebenarnya dari Dinkes sampai dengan tanggal 27 kejar target terkait booster di puskesmas- puskesmas. Calon pemudik disarankan untuk booster dulu di puskesmas sebelum mudik," jelas Bayu.

Akan tetapi, bila calon penumpang belum vaksin booster, maka ada petugas medis yang siap melayani vaksin, antigen, juga PCR. Syaratnya, menyertakan bukti terakhir vaksinasi atau ingat kapan terakhir divaksin dan menyertakan KTP.

Sementara itu, untuk pengecekan kesehatan rutin untuk para supir, masih menunggu info dari dinas kesehatan. Terkait armada bus, kata Bayu, saat ini dalam kondisi baik dan tercukupi.

Apabila ada kekurangan, maka dapat ditambahkan dari bus pariwisata. Selain itu, juga ada program mudik gratis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement