Kamis 28 Apr 2022 11:01 WIB

Puncak Arus Mudik 29 April, Penumpang di YIA Diprediksi Naik 126 Persen

Setidaknya, ada 22 extra flight yang sudah diajukan di YIA.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Foto: Yusuf Assidiq.
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Yogyakarta International Airport (YIA) sudah melakukan persiapan untuk menyambut datangnya pemudik jelang Lebaran 2022 ini. General Manager YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada 29 April 2022.

Pihaknya memperkirakan jumlah penumpang yang menggunakan layanan di YIA meningkat dari sebelumnya. Bahkan, kata Pandu, peningkatan ini diperkirakan mencapai 126 persen.

Pada puncak arus mudik, Pandu menyebut, jumlah penumpang diperkirakan akan mencapai sekitar 12 ribu orang. Jumlah tersebut naik dari hari biasanya yang hanya sekitar 5.000 orang per hari.

"Rata-rata di 5.000, kemarin sudah masuk ke 7.800. Jadi memang secara gradually ada kenaikkan menjelang Lebaran ini yang nanti puncaknya di tanggal 29," kata Pandu di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Pandu menuturkan, terjadinya kenaikan jumlah penumpang di YIA terjadi sejak pemerintah membolehkan untuk dilakukannya mudik. Selain itu, pelonggaran aturan terkait persyaratan bagi pelaku perjalanan luar daerah di masa pandemi Covid-19 ini juga memicu meningkatnya jumlah penumpang.

Sementara itu, juga ada pengajuan penambahan penerbangan (extra flight) di YIA di masa mudik. Setidaknya, ada 22 extra flight yang sudah diajukan di YIA.

Pandu menuturkan, 22 extra flight tersebut sudah aktif. Selain itu, juga ditambah extra flight dengan diaktifkannya empat rute penerbangan Garuda Indonesia, yang mana selama ini tidak mengudara di YIA.

"Untuk puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 8 Mei 2022," ujar Pandu.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement