Jumat 06 May 2022 17:27 WIB

Mulai Hari Ini, Arus Balik di Terminal Arjosari Malang Alami Peningkatan

Keramaian di Terminal Arjosari mulai terlihat pada Jumat (6/5/2022).

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Suasana arus balik di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jumat (6/5/2022). Jumlah pengguna bus di Terminal Arjosari pada masa arus balik diprediksi akan terus meningkat hingga 8 Mei 2022.
Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Suasana arus balik di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jumat (6/5/2022). Jumlah pengguna bus di Terminal Arjosari pada masa arus balik diprediksi akan terus meningkat hingga 8 Mei 2022.

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Tingkat keramaian di Terminal Arjosari, Kota Malang mulai terlihat pada Jumat (6/5/2022). Peningkatan jumlah pemudik yang naik dari terminal tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya setelah Lebaran.

Berdasarkan data penumpang yang berangkat di Terminal Arjosari, terdapat 2.018 yang menggunakan bus AKDP dan AKAP pada 4 Mei 2022. Kemudian meningkat menjadi 2.986 penumpang pada Kamis (5/5/2022). Sementara itu, pada Jumat (6/5/2022) tercatat ada 4.499 orang berangkat dari Terminal Arjosari ke berbagai daerah di dalam Provinsi Jawa Timur (Jatim) maupun luar provinsi.

Ketua Regu Terminal Arjosari, Imam Supriono mengaku, peningkatan keramaian di Terminal Arjosari mulai terlihat pada Jumat (6/5/2022). "Mulai tadi pagi ramai sampai sekarang. Dan masih ramai juga di ruang tunggu, banyak sekali," ucap Imam saat ditemui wartawan di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jumat (6/5/2022).

Menurut Imam, puncak arus balik tidak terjadi pada 6 Mei melainkan pada dua hari berikutnya. Pasalnya, tanggal tersebut termasuk akhir pekan sehingga kemungkinan penumpang akan datang lebih banyak lagi. Selain itu, sebagian pekerja akan mulai beraktivitas normal kembali pada Senin (9/5/2022).

 

Menurut Imam, sebagian besar penumpang di Terminal Arjosari menggunakan bus Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP). Tujuan mayoritas penumpang adalah Surabaya dan daerah-daerah lainnya di Jatim. "Jurusan sudah mengalami peningkatan terutama yang dari ke timur agak belum ada peningkatan tapi lebih banyak daripada tahun lalu," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah tidak memberikan kelonggaran mudik secara bebas pada Lebaran 2021 dan 2020. Hal ini karena jumlah kasus Covid-19 masih tinggi selama masa tersebut. Sebab itu, Imam menilai, peningkatan pemudik pada tahun ini terasa berbeda sekali secara siginifikan.

Ponidi termasuk salah satu penumpang yang mulai kembali ke Jakarta dari kampung halamannya di Sumbermanjing, Kabupaten Malang. "Kita ambil hari ini karena Senin (9/5/2022) sudah mulai aktif kerja lagi. Kalau berangkat sekarang, bisa istirahat sehari. Jadi tidak mepet dengan hari masuk," jelasnya saat ditemui wartawan di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jumat (6/5/2022).

Ponidi dan keluarga sendiri mengaku baru pertama kali mudik setelah dua tahun terakhir. Dia merasa senang dan lega karena bisa bertemu dengan keluarganya kembali. Terlebih, dia bisa bersilaturahim dengan keluarga asalnya sejak akhir April lalu.

Di sisi lain, Ponidi tak menampik, ancaman Covid-19 belum sepenuhnya hilang di Indonesia. Namun karena pelonggaran kebijakan mudik, Ponidi tentu ingin memanfaatkan waktu tersebut. Apalagi, dia dan keluarganya sudah mendapatkan vaksin Covid-19 ketiga atau booster

"Yang penting kita jaga kesehatan masing-masing. Protokol kesehatan kita laksanakan dengan baik supaya semuanya aman," kata pria yang bekerja di pabrik garmen wilayah Jakarta.

Untuk bisa pulang ke kampung halaman dan kembali ke ibukota, Ponidi mengaku, harga tiket bus memang naik hingga di atas Rp 500 ribu per orang. Dia mengaku tidak mempermasalahkan kenaikan tersebut selama bisa bertemu dengan keluarga. Di samping itu, pelayanan yang diberikan bus cukup memuaskan keluarganya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement