Kamis 12 May 2022 19:40 WIB

Pemkab Batang Selenggarakan Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi

Jumlah angka pengangguran pada tahun ini sekitar mencapai 28.800 orang.

Pemkab Batang Selenggarakan Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/rwa.
Pemkab Batang Selenggarakan Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BATANG -- Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyelenggarakan pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi para calon pencari kerja yang kesulitan mencari pekerjaan karena tidak memiliki keahlian.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Batang Suprapto mengatakan bahwa sebagian besar para pencari kerja hanya mengandalkan tamatan pendidikan formal saja, sedangkan mereka tidak memiliki keterampilan seperti yang dibutuhkan perusahaan.

Baca Juga

"Hal ini memang membuat dilema karena banyak para pencari kerja yang menganggur tetapi perusahaan juga susah mencari orang untuk bekerja karena mereka tidak memiliki keterampilan," katanya, Kamis (12/5/2022).

Menurut dia, berdasar data, jumlah angka pengangguran pada tahun ini sekitar mencapai 28.800 orang sehingga pemkab memberikan peluang pada pencari kerja untuk mengikuti kegiatan pelatihan kerja berbasis kompetensi.

 

Adapun tujuan kegiatan pelatihan ini, kata dia, adalah mengurangi kesenjangan keterampilan yang dimiliki para pencari kerja di daerah setempat. "Para calon pencari kerja ini tidak harus semuanya bekerja di perusahaan namun kami berharap mereka bisa membuka peluang usaha sendiri setelah mengikuti pelatihan ini," katanya.

Suprapto mengatakan pada tahap pertama kegiatan pelatihan berbasis kompetensi, sebanyak 10 orang yang diterima bekerja di perusahaan tekstil Sukorintex dan enam orang membuka wirausaha menjahit. "Oleh karena itu, kami berharap warga bisa memanfaatkan peluang kegiatan pelatihan ini sebagai bekal untuk mencari pekerjaan maupun usaha sendiri," katanya.

Kepala Balai Latihan Kerja Kabupaten Batang Elisiyatun mengatakan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi tahap kedua yang dimulai 12-30 Juni 2022 ini dibiayai dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

Pada program pelatihan ini, kata dia, akan dibuka dua kelas yaitu menjahit pakaian wanita dewasa dan praktik memajukan usaha yang masing-masing diikuti 16 orang. "Program pelatihan berjalan selama 33 hari yang dimulai 12 Mei hingga 30 Juni 2022. Semoga para peserta betul-betul mempunyai semangat untuk meningkatkan keterampilan dalam pelatihan ini sebagai bantu lompatan untuk bekerja di perusahaan maupun wirausaha," katanya.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement