Senin 06 Jun 2022 19:53 WIB

Djarot Ajak Masyarakat Merawat Kuliner Khas Indonesia

Indonesia begitu kaya kuliner, dengan bumbu-bumbu yang khas dan sangat unik.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin
Djarot Ajak Masyarakat Merawat Kuliner Khas Indonesia. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang ideologi dan kaderisasi Djarot Saiful Hidayat
Foto: istimewa
Djarot Ajak Masyarakat Merawat Kuliner Khas Indonesia. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang ideologi dan kaderisasi Djarot Saiful Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengunjungi Surabaya untuk memperingati hali lahir Bung Karno yang jatuh pada Senin (6/6). Pada kunjungannya di Kota Pahlawan, Djarot menyempatkan diri mengunjungi salah satu kiliner khas Surabaya, yakni Tahu Campur Kalasan. Djarot pun mengajak masyarakat untuk merawat kuliner-kuliner khas Indonesia.

”Kita harus nguri-uri (merawat) kuliner khas semacam ini. Indonesia begitu kaya kuliner, dengan bumbu-bumbu yang khas dan sangat unik. Bahkan meski satu jenis masakan, di tiap daerah bisa berbeda-beda corak penyajian, bumbu, dan rasanya,” kata Djarot.

Baca Juga

Djarot lantas menyinggung soal buku ”Mustika Rasa”, buku setebal lebih dari 1.000 halaman yang mendokumentasikann resep berbagai masakan dari seluruh penjuru Nusantara. Penyusunan buku itu atas inisiasi Presidenn Sukarno.

”Jadi Bung Karno sejak dulu itu sudah punya kesadaran bahwa kekayaan rempah Indonesia bisa menghasilkan kekayaan kuliner yang begitu luar biasa, yang bisa menggerakkan ekonomi lokal, menjadi bagian dari sosio-kultural yang mengiringi gerak perubahan masyarakat,” ujar Djarot.

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono menambahkan, beragam kuliner telah mampu menghidupi gerak masyarakat Kota Pahlawan. Dalam rangkaian Hari Lahir Bung Karno, PDIP Surabaya juga menggelar aksi memasak 20 resep dalam buku ”Mustika Rasa”.

”Kami melibatkan ibu-ibu di perkampungan padat penduduk di tempat Bung Karno dilahirkann dan di tempat Bung Karno menempa diri ketika indekos di rumah tokoh Islam, HOS Tjokroaminoto. Kuliner-kuliner itu bukan hanya sangat memikat lidah, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi kultural dimana warga memasak untuk kemudian dinikmati bersama," kata Adi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement