Rabu 08 Jun 2022 18:37 WIB

Mobil Hantam Trotoar di Berlin, Pejalan Kaki Tewas dan Terluka

Kecelakaan itu terjadi di dekat jalan perbelanjaan Kurfuerstendamm.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Fernan Rahadi
Tabrakan antara mobol dan motor (ilustrasi)
Foto: Republika
Tabrakan antara mobol dan motor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Sebuah mobil menghantam pejalan kaki di trotoar di distrik perbelanjaan Berlin pada Rabu (8/6/2022). Juru bicara dinas pemadam kebakaran Berlin Stefan Salzwedel mencatat satu orang tewas dan delapan lainnya terluka akibat insiden tersebut. Ia tidak memberikan rincian lebih jauh lagi.

Juru bicara kepolisian Berlin Martin Dams mengatakan kecelakaan itu terjadi di dekat jalan perbelanjaan Kurfuerstendamm di barat ibu kota Jerman. Sejumlah besar kendaraan penyelamat dan responden pertama berada di tempat kejadian.

Dia mengatakan, tersangka pengemudi kendaraan telah ditahan. "Belum pasti apakah kecelakaan itu akibat kecelakaan atau apakah pengemudi sengaja menabrak kerumunan," kata Dams.

Sebuah foto diambil di tempat kejadian menunjukkan puing-puing mobil Renault perak pecah di depan toko. Kursi dan meja berserakan di trotoar.

 

Seorang reporter untuk Berliner Morgenpost melihat seseorang tergeletak di tanah ditutupi dengan kain biru. "Ini benar-benar sangat buruk, teman-teman," kata aktor John Barrowman, yang berada di lokasi serangan, dalam sebuah video yang diposting ke Twitter, dikutip laman News, Rabu (8/6/2022).

Dia menceritakan dalam videonya bahwa terdapat banyak polisi dan jasad di tengah jalan. Ada layanan darurat yang mencoba membantu orang, dan banyak orang yang pincang dan terluka.

"Mobil itu melaju ke trotoar dan ke jalan, menabrak seseorang, kembali ke trotoar dan melewati sekelompok orang. Kemudian mobil masuk ke jendela etalase. Kami mendengar ledakan dan tabrakan, dan melihat kekerasannya itu," katanya.

Insiden ini terjadi di sebelah alun-alun Breitscheidplatz. Tempat itu merupakan tempat seorang ekstremis melakukan serangan kendaraan di pasar Natal pada 2016 yang mengakibatkan 13 kematian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement