Senin 20 Jun 2022 19:59 WIB

Covid-19 Masih Mencancam, Masyarakat Jangan Lengah

Bukan tidak mungkin tren kenaikan kasus ini juga akan diikuti dengan kebijakan PPKM.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Covid-19 Masih Mencancam, Masyarakat Jangan Lengah (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Covid-19 Masih Mencancam, Masyarakat Jangan Lengah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Di tengah suasana yang nyaris tidak ada lagi pembatasan,  warga Jawa Tengah diwanti- wanti untuk tetap mewaspadai lonjakan kasus Covid-19. Untuk itu, gaya hidup sehat guna menghindari penularan Covid-19 tidak ditinggalkan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan  –sampai saat ini—terus memantau tren kenaikan kasus Covid-19 di daerahnya.

Baca Juga

“Di beberapa daerah memang ada penambahan kasus Covid-19, namun relatif masih terkendali,” ungkapnya, usai menerima siswa SMA Taruna Nusantara, Kota Magelang, di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (20/6/2022).

Terkait dengan Covid-19 yang masih bisa mengancam, gubernur juga telah mewanti- wanti bupati/wali kota untuk selalu waspada dengan situasi daerahnya. Termasuk mengingatkan kepada yang lain, sampai hari ini ada beberapa kabupaten/ kota yang grafiknya terlihat naik.

Sebab bukan tidak mungkin tren kenaikan kasus ini juga akan diikuti dengan kebijakan pembatasan kembali dengan PPKM Level. “Kalau kemudian trennya terus naik, pasti akan ada pengetatan lagi dan PPKM-nya pasti akan diberlakukan kembali,” tegasnya.

Untuk itu, Ganjar mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Penggunaan masker masih penting, terutama di tempat keramaian umum.

“Maka saya minta, masyarakat Jawa Tengah kalau di keramaian atau pusat aktivitas orang banyak tolong maskernya dipakai, kemudian gaya hidup bersih dan sehatnya juga tetap dijaga,” jelasnya.

Data terbaru Covid-19 hari ini, di Jawa Tengah tercatat masih ada sebanyak 188 pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan dan dari sisi penambahan kasus aktif juga relative masih sangat kecil.

Tetapi masyarakat jangan sampai terlena dan menganggap penambahan kasus yang masih kecil ini dengan sebelah mata. Sehingga kewaspadaan harus terus dilakukan agar penambahan kasus yang kecil ini tidak menjadi besar.

“Yakni dengan tetap memperkuat protokol kesehatan dan tetap mempertahankan pola hidup yang sehat guna melindungi diri dari risio penularan Covid-19,” jelas gubernur.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19. Kenaikan kasus Covid-19 ini diduga masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Sehingga masyarakat perlu diingatkan untuk tetap waspada.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement