Kamis 07 Jul 2022 22:00 WIB

PT KAI Lakukan Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Malang

Pelanggan kereta api diminta untuk tidak ragu melapor kepada petugas.

PT KAI Lakukan Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Malang (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
PT KAI Lakukan Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Malang (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya bersama komunitas pecinta kereta api Railfans Malang melakukan sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, langkah sosialisasi itu diharapkan memberikan kontribusi untuk pemenuhan rasa aman khususnya dalam menggunakan transportasi publik. "Mari kita tingkatkan rasa saling menghormati dan menghargai, untuk mewujudkan transportasi kereta api yang nyaman dan nyaman bagi pelanggan," kata Luqman, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga

Luqman menjelaskan, upaya sosialisasi tersebut dilakukan dengan melakukan imbauan seputar informasi terkait pelecehan seksual melalui pengeras suara, spanduk, poster, pamflet, hingga stiker kepada pelanggan yang berada di stasiun dan di dalam kereta api.

Menurutnya, seluruh masyarakat maupun pelanggan kereta api diminta untuk tidak ragu melapor kepada petugas, jika ada indikasi pelecehan seksual baik di stasiun maupun di dalam kereta api. "Selain itu, pelanggan bisa menghubungi call center di (021)-121 atau nomor telepon petugas yang tertera di ujung kereta," ujarnya.

 

PT KAI terus melakukan langkah sosialisasi untuk anti tindakan kekerasan dan pelecehan seksual di sejumlah stasiun di berbagai kota seperti Kota Malang dan Kota Surabaya. Dengan adanya upaya sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan edukasi. "Melalui kegiatan sosialisasi anti pelecehan seksual, kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang menyenangkan bagi pelanggan saat bepergian jarak pendek ataupun jarak jauh," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement