Senin 11 Jul 2022 18:46 WIB

Idul Adha, Masjid Al Aqsha De Latinos Kurban 125 Hewan 

Kurban sebanyak itu disembelih pada Ahad (10/7/2022).

Penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Aqsha De Latinos, Tangerang Selatan, Ahad (10/7/2022).
Foto: dokpri
Penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Aqsha De Latinos, Tangerang Selatan, Ahad (10/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Masjid Al Aqsha De Latinos di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan kembali mencatatkan angka kurban paling besar di Kawasan Tangerang Raya. Masjid di komplek perumahan De Latinos BSD ini mencatatkan perolehan 61 sapi dan 64 domba atau kambing.

Meskipun jumlah ini terhitung menurun dari tahun lalu, namun kisaran ini masih membuat panitia bersyukur, karena saat ini hewan ternak sedang dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Ini perolehan yang tidak kita duga, dan sepekan sebelum idul kurban kita sudah menutup pendaftaran, akibat sulitnya mendapatkan hewan kurban, karena penyakit PMK, meskipun banyak jamaah yang berusaha membawa sendiri, namun kita mensyaratkan surat dari dinas peternakan," kata ketua panitia kurban masjid Al Aqsha Suratidjo, dalam siaran pers, Senin (11/7/2022). 

Hewan kurban sebanyak itu disembelih pada Ahad (10/7/2022). Kambing dan domba diselesaikan pukul 10.45 dan sapi selesaikan pukul 15.00. "Sehari selesai, kalau saat pendemi kita butuh dua hari. Sekarang kembali ke sebelum pandemi," kata Suratidjo.

 

Hewan kurban sebanyak itu disebar di area De Latinos dan masyarakat sekitar masjid, lalu dibagikan untuk panti asuhan, rumah tahfidz , mushola dan pondok-pondok pesantren dikawasan Tengerang Selatan. Di sekitar Latinos paket qurban itu dibangi menjadi 2.500 paket untuk sekuriti, penyapu jalanan sampai asisten rumah tangga (ART).

"Kami membagi hewan kurban menjadi dua, internal dan eksternal. Internal itu kita potong dan cacah di masjid lalu kita bagi. Sedangkan eksternal itu kita berikan kepada pondok dan mushala yang mengajukan proposal, dan hewan dalam keadaan sudah dipotong jagal. Jadi tidak ada hewan kurban hidup yang keluar dari area masjid," katanya.

Dalam kurban kali ini, panitia juga memfasilitasi siaran langsung pemotongan hewan melalui Zoom, untuk memperkecil banyaknya massa yang berkumpul, karena pandemi belum berlalu. "Para muqorib (orang yang berkurban) tetap bisa menyaksikan via Zoom, meskipun mereka masih liburan. Panitia juga menyiapkan list waktu sapi atau kambing mereka dipotong, sehingga bisa mengikuti acaranya Bersama keluarga," ujar sekretaris kurban, Rian Pasila. 

Uniknya lagi masjid ini juga menyelenggarakan dua kali shalat ied, yakni pada hari Sabtu (9/7/2022) dan hari Ahad (10/7/2022). Ini suatu hal yang biasa, saat ada perbedaan hari raya Iedul Adha, DKM Al Aqsha  melakukan hal itu. "Stakeholder masjid itu jamaah, dan kami memfasilitasi kepentingan jamaah. Praktis saja, jadi bukan mazhab toleransi, tetapi punya dasar yang jelas," kata Ketua DMK Al Aqsha, kata Abu Ihsan alias Edi Sugondo. 

Sebelumnya ustaz Fahmi Salim di masjid Al Aqsha mengatakan jangan sampai ada hewan qurban yang stres karena perbedaan tanggal hari raya kurban. "Semoga perbedaan tak mengusik ummat, namun menambah kerukunan ummat," kata Ustaz Fahmi Salim.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement