Senin 18 Jul 2022 16:11 WIB

Jacksen Ungkap Masalah Terbesar Persis Solo

Gelaran Liga 1 2022-20223 tinggal menghitung hari.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
Skuad Persis Solo saat melawan Persik Kediri di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur.
Foto: Dokumen
Skuad Persis Solo saat melawan Persik Kediri di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Persis Solo menggelar laga uji coba terakhir melawan Persik Kediri di Stadion Wilis,Kota Madiun, Jawa Timur, pada Ahad (17/7/2022) pukul 15.30 WIB. Laga tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.

Pelatih Persis Solo, Jacksen F Tiago mengatakan, Liga 1 2022-20223 tinggal menghitung hari. Namun, lini depan perlu lebih dimatangkan.

"Saya rasa, masalah terbesar dalam tim ini adalah masalah dalam penyelesaian akhir seorang penyerang yang mampu membuat peluang. Sehingga bisa membuat kita percaya diri untuk bermain di lapangan lebih nyaman," katanya.

Selanjutnya Jacksen juga mengatakan melihat melalui pertandingan melawan Persik Kediri latihan untuk mengasah sisi penyerang belum cukup. Walaupun, sudah dilakukan setiap harinya. "Dengan terus menerus drill lini depan setiap hari sudah kita lakukan, tapi belum cukup," ujar dia.

Namun, delapan hari ke depan masih ada kesempatan bagi Persis untuk memperbaiki sisi penyerangnya. Harapannya, penyerang tampil lebih percaya diri dalam memanfaatkan peluang.

"Sehingga kita harus terus menerus melakukan drill. Dengan itu, semoga mereka bisa menemukan jati diri dan kepercayaan diri mereka untuk bisa memanfaatkan peluang yang diciptakan ketika pertandingan," katanya.

Sementara itu, pertandingan dalam laga melawan Persik Kediri berjalan lancar walaupun ada satu pemain mendapatkan kartu merah dan satu kartu kuning.

Jacksen mengatakan walaupun belum meraih kemenangan, Persis sudah menampilkan semangat bertarung. "Meski belum mampu meraih kemenangan tapi kita sudah mampu menunjukkan sebuah fighting spirit," katanya.

Selain itu, Jacksen cukup bahagia atas penampilan para Punggawa Sambernyawa. Pasalnya, tim bisa menampilkan permainan yang menonjol.

"Dan kita mulai terlihat mendapat struktur permainan yg menonjol, sebuah komposisi yang mampu mengimbangi lawan, kolektivitas tim sudah kelihatan dalam beberapa momen," tegas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement