Rabu 20 Jul 2022 17:40 WIB

Baznas Banjarnegara Terus Giatkan Pelatihan Ekonomi Produktif

Tujuan pelatihan salah satunya untuk membantu memerangi kemiskinan ekstrem.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Pembukaan pelatihan ekonomi produktif oleh Baznas Banjarnegara di Sasana Adiguna.
Foto: Pemkab Banjarnegara
Pembukaan pelatihan ekonomi produktif oleh Baznas Banjarnegara di Sasana Adiguna.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banjarnegara kembali menyelenggarakan pelatihan ekonomi produktif. Kali ini, Baznas menggelar pelatihan rias pengantin, service handphone, dan perikanan yakni membuat magot dan budi daya ikan metode bioflok.

Pelatihan pada Selasa (19/7/2022) di Sasana Adiguna, Banjarnegara, diikuti 30 orang untuk tiga jenis keterampilan. Baznas bekerja sama dengan Disnaker PMPTSP dan para profesional sebagai pelatih.

Ketua Baznas Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, kembali menegaskan tujuan pelatihan ini salah satunya untuk membantu memerangi kemiskinan ekstrem di Banjarnegara. Dengan pelatihan usaha ekonomi produktif dia berharap akan tercipta wirausaha baru yang memiliki keterampilan memadai sehingga mengurangi pengangguran, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kami optimistis pelatihan keterampilan ini mampu dipraktikkan dengan mudah, asal disiiplin dan sungguh-sungguh, itu kuncinya. Coba kita lihat saat ini, di mana orang yang punya ketrampilan rias pengantin sangat dibutuhkan,” ujar dia, Rabu (20/7/2022).

 

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tursiman, mengapresiasi langkah Baznas  dalam memilih program yang tepat untuk memerangi kemiskinan di Banjarnegara. Tursiman memberi penekanan agar peserta disiplin dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan hingga selesai.

“Saya harapkan Saudara bisa sungguh-sungguh berlatih di sini. Kita sangat melimpah sumber daya perikanan, misal bahan baku magot sangat cukup. Tinggal kemauan. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Jadi saya tekankan ikutilah sampai selesai, sampai mahir dan nanti dipraktekkan dengan sungguh-sungguh. Ayo bersama perangi kemiskinan ekstrem,” pesan Tursiman.

Yugo, pemuda dari Desa Simbang mengaku gembira adanya pelatihan ini. Ia yang ikut pelatihan bioflok sudah lama menunggu uluran bantuan untuk mengembangkan usahanya. “Selama ini ngingu lele hanya dengan cara biasa. Alhamdulillah dengan ilmu baru ini semoga usaha saya nantinya bisa berkembang,” ujar Yugo.

Peserta pelatihan ekonomi produktif akan digembleng selama lima hari untuk pelatihan servis HP dan bioflok, dan enam hari untuk rias pengantin. Selama pelatihan, peserta dibimbing instruktur yang ahli di bidangnya.

Setelah lulus, mereka akan mendapatkan sertifikat dan bantuan peralatan. Dalam tahun ini Baznas menyelenggarakan tiga kali pelatihan, yakni pada Maret, Juli, dan Oktober.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement