Rabu 03 Aug 2022 17:08 WIB

Buntut Rusuh Yogyakarta, Seorang Suporter PSS Meninggal Dunia

Rangkaian bunga belasungkawa memenuhi sepanjang jalan menuju rumah duka.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
Suporter Fanatik PSS. Suporter PSS Brigata Curva Sud (BCS) saat mendukung PSS di pertandingan terakhir Liga 1 melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Ahad (22/12).
Foto: Republika/ Wihdan
Suporter Fanatik PSS. Suporter PSS Brigata Curva Sud (BCS) saat mendukung PSS di pertandingan terakhir Liga 1 melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Ahad (22/12).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Seorang suporter PSS Sleman, Tri Fajar Firmansyah, meninggal dunia setelah sebelumnya menjadi korban kerusuhan yang terjadi di Yogyakarta pada 22 Juli 2022 lalu. Fajar meninggal di RS Hardjolukito pada Selasa (2/8) siang.

Ironisnya, kejadian yang dialami merupakan dampak susulan dari kerusuhan yang sebenarnya tidak melibatkan Fajar. Kerusuhan itu terjadi pada laga Persis Solo versus Dewa United, yang suporternya melintasi Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

Fajar mengalami pengeroyokan oleh oknum suporter yang bertikai. Setelah mendapatkan luka di kepala bagian belakang, Fajar dirawat RS Hardjolukito sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka atas berpulangnya saudara kita, Tri Fajar Firmansyah. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tulis pernyataan resmi PSS, Rabu (3/8).

Jenazah Fajar dimakamkan Rabu (3/8) siang. Ratusan suporter PSS memenuhi rumah duka di Jalan Babarsari, TB 13, Nomor 3, Tambakbayan, RW 13 RW 01, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, mengantarkan Fajar ke peristirahatan terakhir.

Rangkaian bunga belasungkawa memenuhi sepanjang jalan menuju rumah duka. Ucapan duka turut disampaikan komunitas-komunitas suporter dari PSS Sleman. Antara lain Slemania yang mengucapkan selamat jalan kepada almarhum Fajar Tri Firmansyah.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya Mas Tri Fajar Firmansyah. Selamat jalan Mas, jenengan tiyang sae," tulis Slemania.

Ada pula Brigata Curva Sud yang mengajak anggota-anggota untuk mengantarkan Fajar ke peristirahatan terakhir. Brigata Curva Sud mengimbau pelayat-pelayat yang hadir untuk menjaga kondusifitas dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

"Turut berduka cita atas berpulangnya saudara kami, Tri Fajar Firmansyah dari komunitas BTCY. Semoga almarhum husnul khotimah, sugeng tindak Mas Fajar," tulis BCS.

Sebelumnya, kerusuhan kembali terjadi di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta pada 25 Juli 2022 lalu. Namun, lagi-lagi, kerusuhan yang terjadi bukan dibuat warga Sleman maupun Yogyakarta, tapi suporter klub sepak bola yang melintasi DIY.

Padahal, beberapa hari sebelumnya suporter bola dari dua klub besar di Sleman dan Yogyakarta, PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, baru saja melakukan deklarasi damai. Hal itu jadi komitmen mereka untuk menyukseskan Liga 1 dan Liga 2.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement