Kamis 11 Aug 2022 14:04 WIB

Jatim Jajaki Peluang Ekspor Buah Manggis ke Australia

Ada lima buah tropis potensial tengah dipelajari agar bisa masuk pasar Australia.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Buah manggis.
Foto: Kementan
Buah manggis.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan, pihaknya tengah menjajaki peluang kerja sama dengan IA-CEPA ECP Katalis yang berasal dari Australia. Rencananya, Jatim akan melakukan ekspor di sektor holtikultura yang di antaranya buah manggis dan kakao. IA-CEPA ECP Katalis (Katalis) adalah program pengembangan perdagangan dan investasi unik yang didukung pemerintah untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia.

Emil menjelaskan, ada lima buah tropis potensial yang sedang dipelajari agar bisa masuk ke pasar Australia. Saat ini, Jatim sendiri sedang mempelajari persyaratan, aturan, maupun akses pasarnya.

"Alhamdulillah dari kelima tropical fruit dimulai dari manggis dan kakao. Keduanya membuka peluang studi agar Jatim bisa mendongkrak ekspor," kata Emil di Surabaya, Kamis (11/8/2022).

Emil mengaku, peluang kerja sama di sektor holtikultura sangat terbuka. Selain sumber daya alam yang cukup, Katalis mau membuka diri terhadap Jatim untuk melangsungkan studi secara khusus terkait komoditi manggis. Maka dari itu, Pemprov Jatim bakal melakukan identifikasi dan mematangkan sentra-sentra buah manggis agar segera bisa ekspor ke Australia.

"Apabila studi manggis sudah bisa, maka untuk komoditi yang lain misalnya buah naga tidak sekompleks di awal. Sebab di awal ini kami babat alas. Walaupun beda komoditas tapi beberapa metodologi bisa diulang dan itu lebih mudah," ujarnya.

Emil berharap, strategi ini bisa memberikan manfaat dan peluang bagi kedua negara. Artinya tidak hanya mencerminkan luasnya peluang komersial antara Indonesia dan Australia, tetapi juga memperluas audiens secara keseluruhan. "Sehingga dapat saling bersinergi dalam pengembangan kapasitas, pembangunan serta pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara pascapandemi Covid-19," kata Emil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement