Selasa 23 Aug 2022 10:41 WIB

'Food Estate' Mangga di Gresik Perkuat Ketahanan Pangan

Ini program jangka panjang nasional melibatkan banyak pemangku kebijakan.

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) mencoba olahan mangga di sela-sela peluncuran program lumbung pangan atau food estate berbasis mangga di Gresik, Jawa Timur, Selasa (22/8/2022). Dengan hadirnya lumbung pangan berbasis mangga seluas 1.000 hektar tersebut diharapkan kedepan hasil produksi penanaman mangga ini bisa memenuhi kebutuhan mangga domestik dan bisa diekspor ke luar negeri.
Foto: ANTARA/Rizal Hanafi
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) mencoba olahan mangga di sela-sela peluncuran program lumbung pangan atau food estate berbasis mangga di Gresik, Jawa Timur, Selasa (22/8/2022). Dengan hadirnya lumbung pangan berbasis mangga seluas 1.000 hektar tersebut diharapkan kedepan hasil produksi penanaman mangga ini bisa memenuhi kebutuhan mangga domestik dan bisa diekspor ke luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meyakini Food Estate Mangga yang diresmikan Presiden Joko Widodo di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, akan memperkuat ketahanan pangan.

Menurut dia, perkampungan industri pangan untuk komoditas buah mangga itu kian memajukan pengembangan sektor holtikultural di Jatim dari hulu hingga hilir.

"Tentunya diharapkan akan mampu mendorong produksi mangga dan produk hortikultura lainnya dari Gresik dan sekitarnya  sehingga memperkuat ketahanan pangan, serta menyejahterakan masyarakat Jatim," ujarnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan Food Estate Mangga di Gresik, yang menjadi program jangka panjang nasional untuk menjaga ketahanan pangan melibatkan banyak pemangku kebijakan dari hulu hingga hilir. Yaitu mulai dari sarana prasarana, alat dan mesin pertanian, petani atau gabungan kelompok tani, penjamin komoditas hasil tani (offtaker), hingga industri modern.

 

Food Estate Mangga di Gresik merupakan kawasan terintegrasi berskala luas yang pertama dikembangkan di Indonesia yang meliputi empat kecamatan di Gresik. Antara lain Kecamatan Dukun seluas 1.205 hektare, Kecamatan Sidayu seluas 1.506 hektare, Kecamatan Panceng seluas 2.410 hektare, dan Kecamatan Ujungpangkah seluas 903 hektare.

Di bawah pengelolaan PT Galasari Gunung Sejahtera, food estate tersebut akan mengembangkan mangga varietas malaba, gadung-21, arummanis, dan garifta. Proses pemasarannya, PT Galasari Gunung Sejahtera menggandeng sejumlah perusahaan.

Hingga 2024, total pengembangan Food Estate Mangga di Kabupaten Gresik ditargetkan mencapai 6.024 hektare dengan melibatkan 12.048 petani. Menurut gubernur, keterlibatan offtaker di Food Estate Mangga berperan penting agar hasil produk hortikultura dari petani bisa lebih optimal.

"Saat ini baru sekitar 50 persen dari hasil panen mangga yang bisa masuk pasar modern. Sebanyak 50 persen lainnya dijadikan olahan seperti jus, buah potong beku, dodol, es krim, keripik, dan kue," katanya.

Ia menilai, dengan keterlibatan offtaker maka produk hortikulutra akan memiliki nilai tambah. Karena produk yang ditanam merupakan kebutuhan pasar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement