Jumat 26 Aug 2022 06:25 WIB

Bandara Jenderal Ahmad Yani Raih Sertifikat Greenship Building

Bandara Ahmad Yani jadi bandara kedua Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi ini.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Sejumlah penumpang mengamati layar informasi kedatangan dan keberangkatan pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah (ilustrasi).
Foto: Antara/Aji Styawan
Sejumlah penumpang mengamati layar informasi kedatangan dan keberangkatan pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) meraih sertifikat Greenship Building kategori Gold dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Raihan ini menjadikan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai bandara kedua di bawah pengelolaan AP I sekaligus bandara kedua di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi tersebut.

“Pencapaian ini sekaligus memperkuat misi Angkasa Pura I dalam menghadirkan sarana dan prasarana perhubungan yang berkontribusi positif kepada lingkungan hidup secara berkelanjutan,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (25/8/2022). 

Baca Juga

Sertifikat Greenship Building merupakan sertifikasi terhadap suatu bangunan dengan konsep penerapan prinsip lingkungan, termasuk di dalamnya dari proses desain bangunan, konstruksi, hingga pengoperasian dan pengelolaan bangunan. Kriteria tersebut ditujukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, serta agar suatu bangunan dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan ekologi.

“Kami merasa sangat bangga dengan raihan ini dan berharap Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dapat menjadi contoh bagi pembangunan bandara dengan konsep hijau dan ramah lingkungan untuk generasi Indonesia di masa mendatang," ujar Faik. 

Untuk meraih sertifikasi tersebut, Faik mengatakan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang telah melalui serangkaian penilaian serta diharuskan memenuhi persyaratan sehingga layak disebut sebagai green building. Penilaian dan persyaratan tersebut didasarkan pada beberapa aspek, seperti efisiensi dan penghematan energri dan air, serta pengembangan lokasi gedung dan lainnya. 

“Atas berbagai upaya ini, Bandara Jenderal Ahmad Yani semarang telah berhasil mencapai penghematan penggunaan listrik hingga 21,2 persen serta penghematan air hingga 51 persen untuk flushing toilet,” jelas Faik.

Dia menuturkan penghematan tersebut setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp 2,86 miliar per tahun dan penghematan biaya air sebesar Rp 1,18 miliar per tahun. Selain itu juga mampu mengurangi emisi karbon hingga 2.394,37 ton per tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement