Selasa 13 Sep 2022 17:21 WIB

Diambil Alih Pemda DIY, Malioboro Mall tak Tutup

Banyak pelaku usaha yang ada di mal tersebut.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Pengunjung berbelanja di Mal Malioboro, Yogyakarta, Selasa (13/9/2022). Pemda DIY secara resmi mengambil alih aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis yang berada di Jalan Malioboro. Penandatangan serah terima aset digelar secara tertutup di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Senin (12/9/2022). Dengan demikian Pemda DIY secara resmi menghentikan kontrak sewa terhadap pengelola lama, dalam hal ini PT YIS selaku pengelola. Mal Malioboro dibangun pada medio 1993 di atas lahan milik Pemda DIY dan milik BUMD PT Anindya Mitra Internasional.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pengunjung berbelanja di Mal Malioboro, Yogyakarta, Selasa (13/9/2022). Pemda DIY secara resmi mengambil alih aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis yang berada di Jalan Malioboro. Penandatangan serah terima aset digelar secara tertutup di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Senin (12/9/2022). Dengan demikian Pemda DIY secara resmi menghentikan kontrak sewa terhadap pengelola lama, dalam hal ini PT YIS selaku pengelola. Mal Malioboro dibangun pada medio 1993 di atas lahan milik Pemda DIY dan milik BUMD PT Anindya Mitra Internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pengelolaan Malioboro Mall, termasuk Hotel Ibis sudah berganti manajemen sejak diambil alih oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY per 13 September 2022 ini. Pemda DIY sudah menunjuk PT Setia Mataram Tritunggal untuk mengelola mal dan hotel yang terletak di kawasan Malioboro tersebut.

Terkait dengan Malioboro Mall, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa operasional mal masih berjalan seperti biasa. Dengan begitu, tidak ada penutupan mal setelah diambil alih oleh Pemda DIY.

"Kami minta mal saja jangan ditutup, kalau ditutup masalah, justru masalah itu karena ditutup," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (13/9/2022).

Jika dilakukan penutupan, hanya akan menimbulkan masalah mengingat banyaknya pelaku usaha yang ada di mal tersebut. Pasalnya, kata Sultan, pelaku usaha yang sudah membayar sewa tenant di mal itu tidak dapat berjualan.

"Pengambilalihan ini kan tidak mungkin akan ditutup (mal). Kalau ditutup punya konsekuensi orang tidak bisa jualan di dalam mal. Karena tidak berganti orang, hanya manajemennya berganti, sehingga tidak akan kita tutup," kata Sultan menambahkan.

Dengan diambilalihnya Malioboro Mall dan Hotel Ibis oleh Pemda, diharapkan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) bagi DIY. Sultan juga berharap pengelolaan mal dan hotel tersebut menjadi lebih baik dengan adanya manajemen baru yang sudah ditunjuk.

"Harapan saya (pengambilalihan) lebih menguntungkan bagi pemda., (menambah) pendapatan pemda. Harapan saya bagaimana manajemen yang baru bisa me-maintain lebih baik (pengelolaan), lebih jujur," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement